Polisi Naikan Perkara Pengeroyokan ODGJ ke Penyidikan

0
77

Foto ilustrasi (Net)

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Setelah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus pengeroyokan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Dadang (44) di Kampung Dekeng, Nyarokot, Kelurahan Dekeng, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (7/10/20) lalu, akhirnya penyidik Satreskrim Polresta Bogor Kota menaikan status dari penyelidikan ke penyidikan.

Hal itu dibenarkan kuasa hukum korban, Dwi Arsywendo. Menurut dia penanganan perkara yang menimpa kliennya sudah masuk tahap penyidikan. “Ya, penyidik sudah menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada kami via pos. Disitu penyidik menjelaskan bahwa telah ada bukti permulaan tindak pidana pengeroyokan,” kata Dwi.

Pengacara dari kantor pengacara Law Office Arsywendo & Partner itu menambahkan, penyidik juga sudah menyampaikan siapa saja yang telah dipanggil pada tahap penyelidikan. “Ada sekitar 10 orang yang telah dimintai keterangan, dan salah satu nya anggota Dewan berinisial G,” ujarnya.

Diakui dia dalam penanganan perkara tersebut, setelah naik ke penyidikan, Polisi telah kembali melakukan pemeriksaan mulai Senin Tanggal 14 Desember 2020 kemarin. “Ya, korban telah kembali diperiksa. Saat diperiksa didampingi sama saya selaku kuasa hukum dan satu orang saksi yakni H.Ijan yang merupakan ayah dari korban,” ungkapnya.

Masih kata dia, untuk proses selanjutnya tinggal menunggu perkembangannya dari pihak kepolisian. Tentunya nanti penyidik akan menentukan siapa saja yang akan menjadi tersangka. Sesuai hasil periksaan ditahap penyidikan di tambah bukti tambahan berupa video pengeroyokan yang telah dirinya serahkan ke pihak penyidik.

Tak hanya itu, advokat yang merupakan mantan aktivis HMI juga mengatakan, bahwa dirinya telah menerima informasi. bahwa penyidik telah menyerahkan SPDP ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor.

“Kami bersyukur pada akhirnya perkara ini naik tingkat dan kami berharap pihak kepolisian akan selalu profesional dalam menjalankan proses penyidikan serta dalam menentukan siapa-siapa saja yang menjadi tersangka sesuai dengan semua alat bukti yang ada,” tandasnya.

Ditempat berbeda, salah satu adik ipar korban, Subhan Arif mengatakan, pihaknya akan terus memperjuangkan keadilan. Dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara yang menimpa kakak iparnya itu ke pihak kepolisian.

Dia berharap semua pelaku yang telah melakukan aksi sadis kepada keluarganya bisa mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. “Alhamdulillah akhirnya proses nya naik ke tingkat penyidikan, semoga para pelaku pengeroyokan kepada kaka ipar saya itu dihukum sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tandasnya.

Sebelumnya, Paur Subbag Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Rachmat Gumilar mengatakan, pihaknya akan bekerja secara profesional dalam penanganan perkara tersebut.

Menurutnya dalam kasus pidana penyerangan atau secara bersama-sama dimuka umum melakukan kekerasan terhadap orang diatur dalam pasal 170 KUHP. “Sejauh ini kami belum menetapkan tersangka, karena pelakunya banyakan, maka prosesnya harus benar benar selektif dan faktual. Jadi mereka semua diperiksa,” ujarnya.

Dia menegaskan, bahwa penyidik akan memanggil semua saksi yang muncul dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). “Penanganannya masih bertahap belum bisa langsung memutuskan tersangka,” tandasnya.

 

 

 

 

 

(As/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here