Polisi Kembali Ringkus Jaringan Pengedar Narkoba Bogor Beromset Miliaran

  • Bagikan

Cibinong, BogorUpdate.com
Satuan Narkoba Polres Bogor dibantu Direktorat Narkoba Polda Jabar, kembali melakulan pengungkapan terhadap para tersangka peredaran narkotika jenis tembakau sintetis, dengan omset miliaran rupiah.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago, mengatakan bahwa pengungkapan yang berhasil di lakukan kali ini, merupakan hasil pengembangan yang dilakukan Polres Bogor dan Direktorat Polda Jabar.

“Dari para tersangka kasus Home industri tembakau sintetis siap edar sebelumnya, yang diungkap Polres Bogor pada bulan Mei 2021 lalu. Adapun para tersangka yang berhasil di amankan diantaranya MO, IA, dan RJ berikut barang bukti tembakau sintetis siap edar sebanyak 2.200 gram,” ungkapnya, Selasa (21/09/21).

Dari pengembangan yang dilakukan Satuan Narkoba Polres Bogor dan Direktorat Narkoba Polda Jabar, diamankan kembali 8 tersangka lainnya, yaitu IB dan DN yang di tangkap di wilayah Cianjur berikut barang bukti tembakau sintetis sebanyak 1.443 gram. tersangka FH dan FS yang di tangkap di wilayah Kota Bandung berikut barang bukti berupa bahan baku (biang) tembakau sintetis sebanyak 15.350 gram.

“Tersangka LP di tangkap di wilayah Bintaro berikut barang bukti berupa bahan baku (biang) tembakau sintetis sebanyak 3.600 gram dan tembakau sintetis siap edar sebanyak 1.056 gram. Sedangkan tersangka WAP dan AP ditangkap di wilayah Pondok Aren Tangerang Selatan berikut barang bukti, berupa bahan baku (biang) tembakau sintetis sebanyak 2.950 gram,” terangnya.

Sementara itu, satu tersangka home industri ganja sintetis lainnya dengan inisial DJ, berhasil di tangkap di Wilayah Palmerah Jakarta Barat, berikut barang bukti berupa bahan baku (biang) tembakau sintetis sebanyak 108,11 gram, tembakau sintetis siap edar sebanyak 2, 7 Kilo gram, 1 buah alat press, 2 buah alat timbangan digital, 2 buah gelas ukur, 2 bungkus plastik besar berisikan tembakau warna hijau, 2 bungkus plastik besar berisikan tembakau warna coklat, 4 buah botol kaca berisikan ethanol atau alkohol, dan 21 buah botol kaca kecil berisikan cairan saus tembakau.

“Dari pengakuan para tersangka yang berhasil diamankan tersebut bahwa bahan baku pembuatan tembakau sintetis ini berasal dari negara China, yang dimana hingga saat ini, kami pun masih melakukan penyidikan bagaimana barang – barang tersebut bisa masuk ke Indonesia. Sementara itu dalam produksinya para tersangka ini melakukan pembuatannya di lakukan secara Home industri,” jelasnya.

Dalam peredarannya, tembakau sintetis siap edar tersebut diedarkan para tersangka, melalui media sosial Instagram dengan berbagai akun. Serta dalam pengiriman terhadap tembakau sintetis yang telah di pesan oleh para konsumennya, para tersangka mengirimkannya melalui jasa ojek online atau pun melalui kurir.

“Diketahui nilai jual setiap 1 gram tembakau sintetis siap edar ini, di hargai sekitar 60 ribu rupiah, dan bila ditotalkan tembakau sintetis siap edar yang berhasil disita ini, nilai jualnya pun mencapai kurang lebih 360 juta rupiah,” katanya.

Lanjut Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago, mengatakan bahwa secara keseluruhan dari 6 TKP pengungkapan kasus home industri tembakau sintetis yang berhasil diungkap, total sebanyak 33, 45 kilo gram bahan baku (biang) tembakau sintetis dan 5, 92 Kilogram tembakau sintetis siap edar berhasil diamankan.

“Terhadap 11 tersangka ini, mereka dikenakan pasal 114 (2) dan atau pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup. Atau pidana penjara minimal 5 tahun maksimal 20 tahun dan denda minimal 1 Milyar rupiah, maksimal 10 Milyar rupiah,” tandasnya.

Penulis: BUEditor: Endi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.