Pergeseran Tanah di Bojong Koneng

Babakan Madang, BogorUpdate.com – Akibat di Kampung Curug RW 09 dan RW 15 , , Kabupaten Bogor, yang menyebabkan fasilitas jalan Desa hancur dan sebagian rumah roboh.

Kabid BPBD Kabupaten Bogor mengatakan, Kejadian pergerakan tanah ini mulai terjadi pada minggu (11/9/22) yang sebelumnya terjadi hujan 3 hari berturut-turut, kemudian sore sekitar pukul 15.30 WIB tanah mulai bergerak. Dalam kejadian tersebut 20 kepala keluarga terdampak, dan 177 kepala keluarga terancam dari 2 RW dengan total 589 jiwa.

“Kalau kita amati sampai ke ujung ini potensinya akan terisolir karena disana tidak ada jalan keluar dari sini. Jadi kita himbau kepada warga bila terjadi cuaca hujan agar mencari tempat yang aman,” ucap Aris kepada BogorUpdate.com, Kamis (15/9/22).

“Sampai tadi pagi sebenarnya masih terasa pergerakan tanahnya walaupun curah hujan sudah tidak ada, untuk saat ini lebih pada disebabkan intensitas hujan yang tinggi dalam pengamatan kami seperti itu,” sambungnya.

Ia juga menjelaskan, memang di daerah Desa Bojong Koneng kecamatan babakan madang termasuk zona merah dan diatas gunung ada sebagian lahan yang gundul.

“Ya zona tersebut memang masuk dalam zona merah, yang harus diwaspadai oleh para warga yang tinggal di pemukiman disini harus tetap waspada,” paparnya.

Selanjutnya Ia juga menambahkan, untuk para pengungsi sudah disiapkan dua tenda, dan akan bertambah lagi dari BPBD dan dari dinas sosial, sementara yang siap hanya baru 2 dari BPBD.

“Sementara ini kita sudah menyiapkan 2 tenda untuk pengungsi, dan akan kita tambah lagi bila nanti di butuhkan,” cetusnya.

Sementara ini ada jalan yang rusak, dan gedung padepokan yang terdampak dari pergeseran tanah ini, rumah warga sementara ini ada 5 rumah di RW 9 villa 3 unit yang mengalami kerusakan

“Untuk rumah dan villa mengalami kerusakan, kalau kerusakan jalan itu beradius 1 kilo meter dengan dan kedalaman tadi saya lihat sekitar 1 meter jalan satu ini memang 1 kilo karena memang titiknya tidak semua kena hanya secara umum jalan ini tidak bisa dilalui. kalau melihat zona lokasi ini lebih tepat di realokasi,” pungkasnya.

Sementara Agus warga setempat mengatakan, kejadian 3 hari yang lalu, pergerakannya memang tidak langsung, tapi sedikit sedikit, tapi lama kelamaan kondisinya sangat meluas.

“ya dengan pergerakan tanah yang menyebabkan jalan rusak dan ada sebagian rumah dan villa yang terdampak, sangat menghawatirkan warga sekitar,” ucapnya.

Selanjutnya Ia juga menjelaskan, kejadian ini adalah faktor dari alam, tapi itu juga kalau alamnya tidak dirusak.

“Kalau alamnya tidak dirusak ya tidak terjadi seperti ini, kalau ditebang sih tidak, hanya alat berat milik salah satu perusahaan yang merusak nya, kalau warga tidak melarang dipakai untuk perusahaan, tapi mohon lah jangan dibabat semua, silahkan kalau diklaim dipasang plang, ga usah dihabiskan semua, jadi dampaknya seperti ini,” cetusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *