Pentingnya Komunikasi Publik dalam Penanganan Covid-19

0
10

Cibinong, BogorUpdate.com
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor yang diwakili oleh Aspem Kesra Renaldi Yushab sebagai Ketua Sekretariat Satgas, Kadiskominfo R. Irwan Purnawan sebagai Koordinator Bidang Komunikasi Publik serta jajarannya mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Divisi Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 se-Jabar Melalui Video Conference Bersama Sekda Provinsi Jawa Barat di Posko Sekretariat Satgas Covid-19, Kamis (5/11/20).

Rakor yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja dan diikuti Satgas Penanganan COVID-19 se-Jabar secara virtual ini diselenggarakan di Kampung Toga, Kabupaten Sumedang.

Dalam sambutannya Setiawan mengatakan bahwa manajemen komunikasi publik yang baik berperan penting dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah. Informasi yang disampaikan harus disusun secara komprehensif, kreatif, dan inovatif.

Setelah itu, informasi disebarkan secara masif melalui berbagai platform. Dengan begitu, masyarakat tergerak untuk turut menangani pandemi, seperti disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun).

“Kita pun berhadapan dengan banyaknya informasi bohong atau hoaks (tentang pandemi Covid-19) yang beredar di berbagai platform,” kata Setiawan.

Menurut Setiawan, ada tiga poin informasi yang mesti disampaikan kepada masyarakat. Pertama berkaitan dengan penerapan protokol 3M sebagai upaya mencegah penularan COVID-19.

Kemudian, pelaksanaan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) pun harus diinformasikan kepada masyarakat. Pun demikian dengan kondisi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

“Ketiga hal tersebut harus diinformasikan dan dikomunikiasikan dengan baik kepada masyarakat. Karena sebelum vaksin ditemukan, kedisiplinan masyarakat menjadi penting dalam penanganan COVID-19,” katanya.

Setiawan pun mengatakan, Divisi Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 se-Jabar perlu memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya. Tujuannya supaya masyarakat menerima dan memahami informasi yang disampaikan.

“Peran tekonologi selama ini harus kita manfaatkan. Dan saya rasa Jawa Barat dan seluruh kabupaten/kota sudah memanfaatkan. Tinggal bagaimana sekarang mengoptimalkan peran teknologi ini,” ucapnya.

Manajemen komunikasi publik yang baik juga mesti dimiliki Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Jabar. Terutama dalam menyosialisasikan Gerakan Silih Tulungan sebagai gerakan untuk memulihkan ekonomi Jabar.

“Maka challenge dari saya adalah bagaimana Gerakan Silih Tulungan ini bisa tersosialisasikan atau melekat di benak seluruh masyarakat Jawa Barat,” kata Setiawan.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Sumedang Herman Suryatman menyatakan, Divisi Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 se-Jabar harus bersinergi dalam meningkatkan kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

Rakor yang digelar rutin ini mengusung tema Sinergitas Divisi Komunikasi Publik se-Jabar. Selanjutnya, Rakor akan dilaksanakan di Kota Bekasi. (bu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here