Pemkot Akan Kembali Larang Ojol Beroperasi

0
41

Foto ilustrasi (Net)

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Memasuki Fase Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) tranportasi online di Kota Bogor telah mulai beroperasi. Namun dengan syarat harus mentaati protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah.

Namun fakta dilapangan, masih banyak para driver ojek online (ojol) yang mengabaikan protokol kesehatan yang telah disepakati, untuk itu Pemkot Bogor akan memberikan sanksi tegas bagi para driver ojol yang masih membandel.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim mengancam akan kembali melarang layanan transportasi ojek online (ojol) di Kota Bogor.

Hal itu bukan tanpa alasan, tetapi karena masih banyak pengemudi yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Dan itu dinilai merugikan kesehatan baik bagi dirinya maupun penumpang.

Dengan banyaknya larangan yang dilanggar kata mantan Pejabat KPK itu, maka akan berdampak terus terjadi meluasnya penularan virus covid-19 di Kota Bogor.

“Ojol yang sudah komitmen memakai partisi dalam operasional tapi belum melaksanakan kita akan rencanakan sanksi untuk menutup sementara,” tegas Dedie kemarin.

Menurutnya, hal tersebut harus menjadi perhatian seluruh pihak yang sudah berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat di pandemi covid-19. Tidak terkecuali operator ojol.

“Jadi ini salah satu hal yang harus diperhatikan oleh seluruh pihak yang sudah berkomitmen penerapan protokol covid-19 tapi tidak konsisten,” ujarnya.

Dia mengaku untuk sanksinya akan dietrapkan. Masih kata dia, sanksinya bukan hanya menunggu atau kemudian menjabarkan langkah-langkah dari Pemprov Jabar tapi juga langkah yang diambil dalam konteks kembali menggerakan ekonomi.

“Kalau ketentuan protokol kesehatannya tidak dilaksanakan dengan konsisten itu akan kita pertimbagkan apakah diberi ijin lanjutan atau tidak,” pungkasnya.

 

 

 

 

(As/bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here