Pemkab Bogor Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila, Ikuti Arahan Presiden Jokowi

0
30

Cibinong, BogorUpdate.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2021. Upacara dihadiri oleh Bupati Bogor Ade Yasin, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Ruang Rapat I Sekretariat Daerah, Cibinong, Selasa (1/6/21). Upacara diikuti juga secara daring oleh seluruh perangkat daerah dan kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Dalam upacara tersebut Pemkab Bogor mengikuti Arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Presiden menyampaikan Pancasila harus menjadi pondasi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang berkeindonesiaan, sehingga mampu mengatasi tantangan Iptek yang semakin berkembang akhir-akhir ini.

“Menghadapi semua ini, perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara biasa, diperlukan cara-cara baru yang luar biasa, memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama revolusi industri 4.0 dan sekaligus Pancasila harus menjadi pondasi dalam mengembangkan pengetahuan dan teknologi yang berkeindonesiaan,” kata Jokowi dalam peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor.

Presiden menerangkan peringatan Hari Lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni, harus benar-benar dimanfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, dalam berbangsa dan dalam bernegara.

“Walaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang republik ini berdiri, namun tantangan yang meskipun Pancasila memiliki lebih ringan,” ujar Jokowi.

Presiden menambahkan, globalisasi dan interaksi antarbelahan dunia tidak serta merta meningkatkan pemahaman pandangan dan kebersamaan. Hal yang harus diwaspadai bangsa Indonesia adalah rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antarpandangan, rivalitas antar nilai-nilai dan rivalitas antar ideologi.

“Ideologi transnasional cenderung meningkat memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat terang dengan berbagai cara dan berbagai strategi,” terang Jokowi.

Begitu juga dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi lanskap kontestasi ideologi. Revolusi industri 4.0 juga telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, dalam berinteraksi dan berorganisasi dalam skala besar lintas negara.

Ketika konektivitas 5G dunia melanda, ungkap Jokowi, interaksi antar dunia juga semakin mudah dan cepat. Kemudahan ini bisa digunakan oleh ideolog-ideolog transnasional radikal untuk merambah ke semua pelosok Indonesia, kalangan dan usia tidak mengenal lokasi dan waktu. Kecepatan ekspansi ideologi radikal bisa melebihi standar ketika memanfaatkan gangguan teknologi ini.

“Saya ajak seluruh aparat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik, kaum profesional, generasi muda Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu dan bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan indonesia yang maju yang kita cita-citakan,” tegas Jokowi. (bu/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here