Pelaku Penodongan Kurir Barang di Tenjolaya Diamankan Polisi, Ini Kronologisnya

0
67

Hukum & Kriminal, BogorUpdate.com
Pelaku penodongan menggunkan senjata airsoft gun terhadap seorang kurir barang di Desa Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, berhasil dibekuk aparat kepolisan Polres Bogor, Minggu (2/5/21).

Kejadian tersebut bermula saat korban Yoga Andrian selaku kurir Ninja Express mengantar sebuah pesanan paket sandal dengan metode Cash On Delivery (COD) yang ditunjukan ke alamat  Kampung Cikareo, Desa Gunungmulya, Kecamatan Tenjolaya, rumah pelaku penodongan berinisial G.

“Namun sesampainya barang tersebut ke alamat tujuan, G selaku pemesan dan penerima paket merasa pesanannya tidak sesuai dengan apa yang ia pesan, sehingga tidak mau membayar,” kata Kapolres Bogor, AKBP Harun kepada wartawan.

Dijelaskan Kapolres, Yoga Andrian selaku kurir pengirim paket tersebut pun memberikan penjelasan kepada G, jika barang tersebut tidak sesuai dengan pesannya untuk tidak membuka paket tersebut karena barang yang sudah dibuka tidak bisa dikembalikan.

Namun G tetap membuka isi paket dan merasa tidak memesan barang yang diinginkan. Barang yang diinginkan menurut G ialah sandal warna hitam, namun dikirim warna coklat.

“Sandal tersebut pun sudah 3 kali dipesan tersangka G, namun sandal yang dikirim tetap tidak sesuai dikarenakan tersangka G tidak mememilih opsi pesanan yang tersedia di online shop tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, G pun beradu argumen dengan kurir barang tersebut. Seketika G mengambil senjata air softgun dan langsung melakukan penodongan kepada pengantar paket.

“Polsek Ciampea yang menerima laporan atas penodongan, bersama Sat Reskrim Polres Bogor langsung melakukan penyelidikan terhadap kasus yang videonya sempat viral,” terangnya.

Saat G diamankan, barang bukti senjata air softgun jenis cold defender series 90 yang digunakan pelaku untuk menodong turut disita. Kemudian dari pengembangan yang dilakukan Sat Reskrim Polres Bogor, ditemukan kembali satu pucuk Air Softgun lainnya berjenis Glock 19 dan 11 gotri timah serta HP Samsung galaxy A11.

Dari pengakuan G, air sofgun yang ia miliki dibeli secara online shop. G juga tidak memiliki surat-surat izin kepemilikan atas senjata tersebut,” tukasnya.

“Atas perbuatannya G akan kita kenakan Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjara dan pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 1 tahun penjara dan juga pasal 1 ayat 1 UU Darurat No. 12. Tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun penjara,” tandasnya.

 

 

 

 

 

(Asep Bck/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here