Niat Baik Bupati Dikangkangi Perumda Tohaga, Diduga Kirim Beras Tak Bermutu

0
135

Foto beras Banbup ditemukan berkutu

Cileungsi, BogorUpdate.com
Niat baik Bupati Bogor Ade Yasin untuk memberikan beras kepada warga miskin yang terdampak pandemi Covid-19, diduga tidak dilaksanakan dengan baik oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tohaga sebagai penyalur beras di Kabupaten Bogor.

Sehingga beras Bantuan Bupati (Banbup) Bogor tahap ke III yang di distirbusikan oleh Perumda Tohaga itu, menuai kontroversi. Pasalnya banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mengeluhkan kualitas yang tak sebanding dengan beras di pasaran dengan harga yang sama, bahkan tak jarang ditemukan kutu.

YS salah satu warga Desa Cileungsi Kidul yang mendapatkan bantuan beras tahap III dari Bupati mengaku, beras yang diterima berwarna kuning dan Berkutu, bahkan ketika dimasak mengeluarkan aroma yang kurang enak.

“Awalnya saya mau memasukan beras tersebut ke baskom, baru sedikit saya tuang ada kutu yang jatuh ke baskomnya dan akhirnya tidak jadi saya taruh, yang bantuan pertama pun agak bau jadi ketika dimasak saya tambahkan daun pandan,” keluh YS sambil memegang beras tersebut.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Muad Khalim, ketika mendapat aduan dari salah satu tetangganya mengaku sangat menyayangkan kualitas beras yang di distribusikan kepada masyarakat sangat rendah.

“Saya mendapatkan aduan dari beberapa Desa, bahkan ada dari tetangga saya yang mendapatkan beras bantuan Bupati yang kuning dan berkutu. Sebetulnya saya yakin niat bupati membagikan bantuan ke masyarakat sangatlah baik,” kata Muad Khalim pria yang berangkat dari Partai PDIP itu kepada BogorUpdate.com, Selasa (19/1/21).

Namun yang disayangkan Muad Khalim, seharusnya dengan anggaran Rp10.530/Kg, maka beras yang mereka terima, sudah masuk kategori beras premium sejenis Ramos. “Tapi ternyata beras yang di berikan tidak sesuai dengan harga yang sudah dianggarkan. Maksud saya niat baik bupati jangan sampai di salah gunakan oleh oknum,” tegasnya.

Dia menyayangkan sikap dari penyalur beras yang terkesan mementingkan keuntungan dibanding dengan kualitas beras tersebut. “Janganlah para pelaku (penyalur beras Bansos Bupati) yang seperti tidak punya hati nurani, sama saja kalau seperti ini harga dirinya (Pelaku, red) lebih rendah dari pada beras,” tandasnya.

Terkait hal ini, Direktur Utama Perumda Tohaga Haris Setiawan ketika dikonfirmasi baik melalui telepon selular dan pesan WhatsApp hingga berita diturunkan tidak memberikan respon apapun.

 

 

 

 

 

(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here