Nah! Dewan Ancam Blacklist Kontraktor Pedestrian Kandang Roda-Sentul

  • Bagikan

Foto Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor saat meninjau proyek Kandang Roda-Sentul, Selasa (26/7/21)

Cibinong, BogorUpdate.com
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor kembali soroti pengerjaan Proyek Pedestrian Kandang Roda-Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Selain akan dipanggil, Kontraktor PT. Hutomo Mandala Sepuluh Sebelas (KSO), dengan nilai Anggaran Rp 84.029.000.000,00, siap dikenakan sanksi berupa blacklist dan pemberhentian pekerjaan.

Hal itu dikatakan Achmad Fathoni, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, setelah melihat kondisi pengerjaan yang dinilai jauh dari spek yang sudah ditentukan oleh Pemerintah. Selain ada material yang tidak memiliki Uji Lab, Mega Proyek tersebut diduga dikerjakan asal asalan.

“Kita harus kawal terus proyek APBD agar pengerjaannya benar dan sesuai spek yang ditentukan. Dan itu salah satu kuncinya pada pengawasan,” katanya kepada Bogorupdate.com, Jum’at (30/7/21).

Polotisi PKS tersebut menyimpulkan, adanya pengawasan yang tidak serius baik dari Konsultan Pengawas PT. Dress Cipta Rekayasa, maupun pihak Dinas terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Bogor.

“Kami berharap Dinas PUPR sebagai SKPD yang bertanggung jawab, berada di garda terdepan mengawasinya. Tentu salah satunya melalui Konsultan Pengawas yang sudah ditunjuk. Tapi tidak boleh melepaskan tanggung jawab pengawasan nya,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Fathoni itu menambahkan, Komisi III akan melakukan panggilan kepada DPUPR serta Kontaktor dan konsultan pengawas untu menindaklanjuti temuan dan cactatan byruk pengerjaan proyek Pancakarsa tersebut.

“Kita bersama anggota Komisi III yang lain coba akan jadwalkan undang DPUPR serta Kontraktor dan pengawas untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kegiatan pengerjaan yang disinyalir melanggar spek yang ditentukan,” ungkapnya.

Selain itu, ketika memang ditemukan kesengajaan dari pihak kontraktor mengurangi spek yang ada untuk kepentingan pribadi, pihaknya tidak segan-segan memblacklist Perusahaan tersebut.

“Menindaklanjuti temuan kita baik yang langsung ataupun laporan dari masyarakat ya harus ditindak dan diperbaiki. Kan ada mekanisme nya, kita akan berikan Peringatan dan lainnya, sampai penghentian pekerjaan dan blacklist,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

(Jis/Bing)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.