Mulyadi Minta Kemenhub dan PUPR Prioritaskan Revitalisasi Terminal Baranangsiang: Hanya 5 Menit dari Istana

Anggota Komisi V DPR RI . (Dok DPR)

Nasional, BogorUpdate.com – Anggota Komisi V DPR RI Mulyadi, meminta Kementerian Perhubungan (), dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serius dan menjadikan program Bogor, sebagai prioritas atau atensi.

Hal tersebut disampaikan Mulyadi dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, BMKG dan BNPP terkait persiapan mudik Lebaran 2024 di gedung parlemen, pada Selasa (2/4/24).

Dalam penyampaiannya, Mulyadi memaparkan kondisi Terminal Baranangsiang Bogor yang kondisinya saat ini memprihatinkan dan tidak berubah sejak dulu.

“Dari zaman saya lulus SMA, tahun 1990, (Terminal Baranangsiang Bogor) tapi enggak berubah-berubah pak,” kata Mulyadi yang merupakan anggota DPR RI dari Bogor itu.

Mulyadi juga membandingkan kondisi Terminal Baranangsiang Bogor dengan terminal lainnya di luar daerah tersebut yang menurutnya jauh lebih hebat, baik dan representatif.

Padahal, kata Mulyadi, Terminal Baranangsiang Bogor berjarak hanya sekitar lima menit dari Istana Bogor, tempat kediaman Presiden Jokowi.

“Pak presiden seharusnya main ke terminal, pak. Kenapa? Karena saya diakses juga oleh teman alumni, kenapa tidak direvitalisasi,” kata politisi Gerindra ini.

Menurut Mulyadi, Terminal Baranangsiang merupakan peralihan dari Pemerintah Kota Bogor ke pemerintah pusat yang saat ini statusnya naik menjadi terminal tipe A.

“Tapi tidak ada cut off, kapan itu akan direvitaliasasi,” terang Mulyadi.

Mulyadi juga menyampaikan jika ia mendapat keluhan dari masyarakat, khusunya pelaku usaha transportasi yang biasa menjadikan Terminal Baranangsiang Bogor sebagai tempat mangkal.

Mereka, lanjut Mulyadi, seharusnya bisa mendapat keuntungan di saat Ramadan seperti ini. Tetapi, sebaliknya para pengusaa transportasi sedih karena tidak bisa mendapatkan keuntungan itu.

Alasannya, saat ini banyak terminal bayangan yang menurut pengusaha transportasi mematikan keuntungan mereka, seperti di Ciawi, Cibinong dan Citeureup.

“Ini masukan dari saya agar Terminal Bogor (Baranangsiang) menjadi atensi,” imbuh Mulyadi.

Sebelumnya, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) berencana bertemu dengan PT Pancakarya Grahatama Indonesia (PGI) sebagai pihak ketiga revitalisasi terminal Baranangsiang Bogor.

Menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BPTJ Hot Marojahan Hutapea, pertemuan ini dilakukan untuk mempercepat proses revitalisasi Terminal Baranangsiang.

Selain itu, BPTJ juga meminta pendapat legal opinion (LO) dari Kejaksaan Agung agar mengetahui kendala dan permasalahan apa yang sedang terjadi dalam pelaksanaan revitalisasi Terminal Baranangsiang.

“Rupanya di dalam perjalanan itu ada yang kurang lebih, makannya kami berinisiatif untuk duduk bareng,” kata Hot Marojahan Hutapea kepada media belum lama ini. (**/BU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *