Muad Khalim Geram! Dua KK Tinggal Dirumah Reot di Desa Singasari Tak Tersentuh Bansos Corona

0
146

Muad Khalim, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor

Jonggol, BogorUpdate.com
Mendengar adanya Puluhan kepala keluarga (KK) tidak mampu di Kp Malati, Desa Singasari, Kecamatan Jonggol belum menerima bantuan sosial (Bansos) terdampak pamdemi covid-19, bahkan ada dua KK yang tinggal di rumah tidak layak huni alias reot, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Muad Khalim sangat geram.

Menurutnya, di situasi seperti ini masih saja ada warga yang belum mendapatkan bantuan. Padahal, Pemerintah sudah menggelontorkan banyak dana untuk bantuan dengan berbagai sumber yang salah satunya bisa menggunakan Dana Desa (DD). Sedangkan untuk rumah tidak layak, dia menyarankan agar dimasukan kedalam program Rutilahu.

“Untuk renovasi rumahnya kan bisa pake Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), kalo untuk bansosnya banyak pintu yang bisa dialokasikan baik dari pusat, daerah maupun kabupaten,” ujar Muad Khalim saat dikonfirmasi melaui pesan singkat Whatsapp oleh Bogorupdate.com, Senin (30/6/20).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu meminta agar pemerintah setempat dalam hal ini Desa Singasari lebih peka terhadap warganya yang tidak mampu. Hal itu dilakukan dengan cara pendataan yang tepat sasaran jangan sampai ada warga yang tidak mampu yang tidak terdata. Akhirnya mereka tidak mendapatkan bantuan.

“Coba nanti saya kasih tau Kepala Desanya. Minimal kadesnya bisa alokasikan dari bantuan Dana Desa. Soalnya Sumber bantuan dana desa kan dari 20%-35% bisa untuk bantuan covid-19,” Pungkasnya.

Sementara itu, Sekertaris Desa (Sekdes) Singasari sata dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, Pihaknya sudah memberikan bantuan dari pemerintah. Namun untuk yang berada di kampung Malati, RT 01dan 02 Rw 07 Desa Singasari menurutnya masih dalam pendataan. “Untuk yang di kampung malati lagi di cek dulu,” Singkatnya. (Jis)

 

 

 

 

Editor : Bing

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here