MT Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor Santuni 32 Anak Yatim

  • Bagikan

Cibinong, BogorUpdate.com
Majelis Ta’lim (MT) Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor menggelar santunan anak yatim. Santunan ini bertepatan dengan bulan Muharram 1443 Hijriyah, dimana sebanyak paket dibagikan kepada 32 anak yatim. Penyerahan santunan secara simbolis di berikan kepada 11 orang anak yatim di mushola Al-Ikhbar, gedung Pusdai, Jl. Bersih No 1, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Rabu (25/8/21).

Pengurus MT Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor, Abdul Manan mengatakan bakti sosial santunan kepada anak yatim merupakan kegiatan rutin setiap tahun tepatnya setiap bulan Ramadhan dan Muharram. Untuk bulan Muharram tahun ini, sedikitnya 32 anak yatim dari keluarga besar PWI Kabupaten Bogor menerima bantuan santunan berupa uang sebesar Rp 200 ribu per orang, beras 5 Kg, paket sembako dan satu dus mie instant.

“Alhamdulillah, di Tahun Baru Islam 1443 Hijriyah ini, Majelis Ta’lim Al-Ikhbar telah menyalurkan santunan kepada 32 orang anak yatim berupa uang tunai yang dikumpulkan dari anggota PWI Kabupaten Bogor dan para donatur,” kata Manan.

Manan mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan wartawan yang telah memberikan sebagai hartanya untuk anak yatim. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Koperasi Warta Karya Mandiri (KWKM) PWI Kabupaten Bogor yang ikut serta memberikan sebanyak 32 karung beras masing-masing 5 Kg/perkarung. Alfamart yang memberikan 30 paket sembako serta pimpinan PT Hutomo Mandala Sepuluh Sebelas yang mengirimkan 35 dus mie instan.

“Semoga bantuan yang telah diberikan ini bisa bermanfaat, dicatat sebagai amal jariah dan dibalas oleh Allah SWT dengan berlipat ganda,” ujar Manan.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Bogor H. Subagiyo menyampaikan apresiasi kepada para anggota yang telah melakukan kewajibannya dalam menyisihkan rejeki untuk bisa berbagi kepada anak yatim binaan Majelis Ta’lim Al-Ikhbar.

“Alhamdulillah, walaupun dimasa sulit saat ini karena pandemi masih belum berakhir, kita dari PWI Kabupaten Bogor masih bisa berbagi, karena dari rejeki yang kita terima ada hak orang lain yang perlu kita berikan,” ucap H. Subagiyo. (bu)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.