Lelang Proyek Masjid Agung Senilai Rp32 Miliar Masuk Tahap Penawaran

0
51

Foto ilustrasi (Net)

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Proyek masjid Agung yang telah empat tahun mangkrak nampaknya akan segera dilanjutkan, sebab tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengalokasikan anggaran sebesar Rp32 Miliar dan proses lelang sudah masuk tahap penawaran.

Dengan pagu anggaran Rp32 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor, diharapkan pembangunan rumah Allah tersebut bisa berlanjut tahun ini. Untuk kemudian selesai secara keseluruhan pada tahun berikutnya.

Data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bogor, proyek dengan nama Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor Lanjutan ini sudah mulai ditender awal Mei 2021.

Dan saat ini, tahapan tender sudah memasuki masa evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga penawaran.
Tercatat ada empat perusahaan yang bersaing memperebutkan proyek dan sudah melakukan penawaran.

Hal itu dibenarkan Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Henny Nurliani. Menurutnya tahapan lelang telah berproses sejak awal Mei.

“Sudah ada empat perusahaan yang menyampaikan penawaran harga serta sudah menyampaikan jaminan penawaran. Pembukaan penawarannya sejak Jumat (21/5/21) lalu,” kata Henny Rabu (26/05/21).

Dia menuturkan saat ini, sedang memasuki tahap evaluasi dan dijadwalkan sudah ada pemenang pada 31 Mei mendatang. “Kini sedang tahap evaluasi. Mudah-mudahan lancar dan ada yang lulus (evaluasi). Sehingga bisa ditetapkan pemenang sesuai jadwal dan segera terealisasi,” ujarnya.

Dari laman LPSE Kota Bogor, terdapat empat perusahaan yang berebut proyek dan sudah melakukan penawaran dengan kisaran mulai dari Rp30,2 miliar hingga Rp31,5 miliar.

Yakni PT Hana Huberta, PT Mandiri Tri Bintang, PT Gelora Megah Sejahtera dan PT Debitindo Jaya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang, Tata Bangunan, Pengawasan Pengendalian dan Perencanaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Sultodi Mahbub menerangkan, pembangunan akan memakan waktu kurang lebih tujuh bulan untuk pelaksanaan fisik.

“Masuk tender ada sisa waktu 8 bulan lagi, mini­mal 7 bulan untuk pelaks­anaan fisiknya,” kata dia.

Ia menjelaskan, dalam pelaks­anaan nanti ada penguatan struktur lama termasuk menger­jakan sesuai rekomendasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Ra­kyat (Kemen PUPR) melalui Pusat Penelitian Pengembangan Perumahan dan Pemukiman (Puslitbang Perumkim).

”Untuk struktur atap dire­komendasikan struktur yang lama tidak dipakai, jadi bikin baru. Dari mulai pondasi dengan kolomnya dan langs­ung rangka atap, jadi bentang lebar tanpa ada tiang di tengah­nya,” tutupnya.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pembangunan yang disiapkan pada 2021 ini adalah struktur atap masjid yang diubah dari desain sebelumnya.

Sedangkan, pembangunan interiornya akan dilanjutkan pada tahun 2022 dengan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 50 miliar.

“Masjid Agung ini harus jadi dan dapat berfungsi secara optimal. Masjid juga harus indah dan dapat dimanfaatkan oleh warga untuk beribadah,” kata Dedie.

Menurut Dedie, Masjid Agung yang berada di Jalan Dewi Sartika ini, karena lokasinya berdekatan dengan pasar dan lokasi yang disiapkan jadi Alun Alun, sehingga keindahan dan kebersihannya harus terus dijaga.

“Kami menargetkan pembangunan masjid Agung ini selesai secara keseluruhan pada akhir tahun 2022,” ujarnya.

Struktur atap yang akan dibangun, menurut Dedie, terpisah dari bangunan lama dan memiliki pondasi sendiri, sehingga tidak membebani struktur bangunan yang lama. Bangunan lama yang menjadi bangunan utama konstruksinya sudah selesai.

 

 

 

 

 

 

(As/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here