Lahan Rumah Dipatok GSS, Warga Cibuluh Resah

0
56

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Keresahan warga di Kampung Pangkalan Raya, RT 04/02, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara yang resah karena pemasangan patok beton Garis Sepadan Sungai (GSS) Ciliwung disikapi serius oleh dewan.

Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Bogor, Zaenul Mutaqin mengaku menerima langsung laporan atas keresahan warga. Dia menilai jika pemasangan patok itu tanpa adanya sosialisasi maka di menilai penyerobotan lahan.

Politisi PPP itu mengatakan, bahwa pemasangan patok dari Kementrian PU untuk program naturalisasi sungai Ciliwung tidak disosialisasikan kepada warga yang masuk kedalam zonasi natutalisasi, sehingga warga resah.

“Sosialisasi saja belum ada, apalagi ganti untung terhadap tanah tanah warga yang terkena patok. Semua warga disana memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM), kalau tidak ada ganti untung, maka ini kategori penyerobotan tanah. Selain itu, belum tentu juga warga setuju di pasang patok, tiba tiba saja mereka memasang patok,” jelas ZM sapaan akrabnya saat dikonfirmasi kemarin.

Menurut ZM, dirinya mendukung program naturalisasi Sungai Ciliwung tersebut, namun dia juga sangat menyangkan dengan adanya pematokan garis sepadan sungai yang tidak disosialisasikan terlebih dahulu ke masyarakat.

“Faktanya masyarakat sekarang resah dengan adanya pemasangan patok yang mendadak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Apalagi tanah warga sekitar berkurang luasannya karena adanya patok patok dari Kementrian PU tersebut. Pemkot Bogor harus bergerak turun membantu warga terkait masalah ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Endah salah satu warga yang area tempat tinggalnya ikut dipasangi patok mengaku, tidak mengetahui tujuan pemasangan patok GSS itu, karena tidak ada petugas atau pihak pemerintah yang memberitahu atau melakukan sosialisasi sebelumnya.

“Dia meminta izin pada pemilik lahan dan tidak ada koordinasi dengan
pengurus wilayah maupun warga. Tiba-tiba di depan rumah saya di pasangi patok ini. Kami tidak tahu, untuk apa patok patok ini,” ucap Endah.

Keresahan warga semakin menjadi ketika beton beton patok dipasang di rumah rumah warga sepanjang bataran sungai dengan luas atau jaraknya
kurang lebih 15 meter. Hal itu bukan tanpa alasan, tetapi warga merasa khawatir akan dilakukan penggusuran secara tiba-tiba.

Ditempat berbeda, Camat Bogor Utara, Marse Hendra Saputra juga mengaku, pihaknya tidak mengetahui tujuan dari pemasangan patok patok di Kampung Pangkalan Raya tersebut.

“Kami tidak tahu adanya pemasangan patok GSS itu. Hari Selasa kemarin warga mengeluh adanya pemasangan patok, sedangkan kegiatan pemasangan patok itu tidak ada pemberitahuan baik ke kelurahan maupun kecamatan,” ucap Marse.

Menindaklanjuti adanya laporan warga, Marse menjelaskan, kemungkinan patok GSS itu di pasang oleh Kementrian PU terkait bantaran sungai Ciliwung. Pihak Kecamatan sudah mempertanyakannya ke Dinas PUPR Kota Bogor. “Kita sudah mempertanyakan ke Kementrian PU melalui Dinas PUPR Kota Bogor,” kata Marse.

 

 

 

 

 

(As/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here