Kunjungi Oji si Penderita Gizi Buruk, Aan Dewan Minta Pemkab Bogor Lakukan Ini

0
63

Foto Aan Triana saat melakukan kunjungan ke penderita gizi buruk di RSUD Leuwiliang Sabtu (3/4/21).

Sukajaya, BogorUpdate.com
Kasus gizi buruk rupanya masih marak ditemukan di Wilayah Kabupaten Bogor bagian Barat. Bahkan masih ada penderita gizi buruk selain Oji yang masih saja dirawat dirumah dengan keterbatasan ekonomi yang serba kekurangan di wilayah Desa Sipayung Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Aan Triana Al Muharom mengatakan, terkait kasus gizi buruk yang masih saja terjadi di Wilayah Kabupaten Bogor bagian barat ini, penderita gizi buruk yang juga disertai penyakit penyerta rata rata dari kalangan masyarakat yang berekonomi lemah.

“Saya meminta kepada Pemkab Bogor khususnya dinas terkait untuk segera melakukan kordinasi secara bersama dengan dinas terkait, baik itu Puskesmas, Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan dan Dinas sosial agar penanganan kasus gizi buruk tidak ada lagi yang terlantar dan dibiarkan dirawat dirumah dengan fasilitas asupan gizi yang seadanya,” tegas Aan kepada bogorupdate.com saat melakukan kunjungan ke penderita gizi buruk di RSUD Leuwiliang Sabtu (3/4/21).

Lanjut, Aan menambahkan, diri nya bersama anggota DPRD yang lain akan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) serta instansi terkait untuk melakukan pendataan secara menyeluruh dengan berkunjung ke rumah-rumah warga, guna mendapatkan jumlah penderita gizi buruk disetiap Kecamatan,” ujar Aan yang juga menjabat Sekjen DPD Golkar Kabupaten Bogor.

Aan juga meminta Pemerintah Kecamatan dan Puskesmas untuk selalu melakukan kordinasi lintas sektoral ketika ada temuan kasus gizi buruk diwilayah nya sehingga penanggulangan persoalan ini dapat ditangani secara maksimal dengan memanfaatkan penggunaan Kartu BPJS.

“Saya mendorong dinas terkait bersama Puskesmas untuk melakukan edukasi dan sosialisasi terkait bahaya gizi buruk kepada masyarakat serta pentingnya pola hidup sehat, untuk meningkatkan penguatan pelayanan kesehatan dasar berkualitas dengan melakukan pembangunan infrastruktur air minum steril, dan sanitasi di wilayah-wilayah desa yang rawan gizi buruk ataupun stunting masalah kurang gizi kronis,” ujarnya.

Aan menghimbau kepada seluruh pemangku kebijakan untuk saling berkoordinasi terkait penanganan gizi buruk yang terjadi. Saya berharap Pemkab Bogor serta dinas terkait dan juga masyarakat untuk saling bekerjasama dan serius dalam hal memerangi stunting hingga tercipta Kabupaten Bogor yang bebas stunting.

Puskesmas yang tersebar sudah selayaknya terus melakukan monitoring terhadap anak-anak yang terindikasi stunting agar bisa dilakukan pencegahan.

“Kalau bisa malah sejak ibu hamil sudah diberikan perhatian khusus dan monitoring, Pemerintah Kecamatan maupun Desa juga segera beri info kalau ada kasus seperi ini, warga masyarakat harus menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan, sumber air bersih dan kecukupan gizi, perang melawan stunting ini tugas kita bersama,” tegasnya.

Ketika ditanya terkait hingga kapan Oji akan dirawat di RSUD Leuwiliang, dirinya menyatakan sudah berkomunikasi dengan pihak RSUD agar dirawat hingga benar-benar pulih dan sehat kembali.

“Saya sudah sampaikan kepada pihak manajemen RSUD Leuwiliang agar Oji bisa dirawat sampe sembuh disini,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

(Gus/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here