Kota Bogor Alami Lonjakan Tertinggi Kasus Positif Covid-19

0
47

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan bahwa telah terjadi penambahan 16 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor. Menurutnya, ini merupakan lonjakan kasus tertinggi selama wabah pandemi Covid-19 di kota hujan.

“Saya ingin menyampaikan perkembangan Covid-19 di Kota Bogor. Setelah selama 8 hari dari mulai 24-31 Mei, Kota Bogor mengalami stagnasi artinya tidak ada penambahan kasus positif, kemudian baru nambah dua kasus, dan dua lagi selang tiga hari. Hari ini, perlu kami sampaikan bahwa terjadi penambahan 16 kasus positif di Kota Bogor,” ungkap Bima Arya di Balaikota Bogor, Rabu (10/6/2020).

“Ini merupakan angka tertinggi selama wabah pandemi Covid-19 di Kota Bogor. Kami sejak semalam melakukan kajian membedah 16 kasus ini untuk mengetahui penyebab utama terjadinya lonjakan ini,” tambahnya.

Kemudian, kata Bima, disimpulkan bahwa sebagian besar dari penambahan kasus positif tersebut adalah terpapar di tiga rumah sakit. “Dalam catatan kami sebagian besar dalam kasus ini, sumbernya adalah terjadi penularan di tiga rumah sakit. Ada tenaga medis, ada juga pasien berobat jalan di rumah sakit tersebut kemudian terpapar,” ujar Bima.

“Kemudian saya juga memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk melakukan audit terhadap seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang ada di Kota Bogor, tidak saja rumah sakit rujukan covid-19, tapi juga rumah sakit yang lain agar dipastikan memiliki protokol kesehatan yang memadai. Jangan sampai menjadi tempat penularan Covid-19,” tambahnya.

Selain rumah sakit, lanjutnya, penularan juga terjadi dari luar Kota Bogor. “Saat ini masih didalami, ditelusuri, dilakukan tracing agar kita bisa melakukan pemetaan secara menyeluruh” katanya.

Bima Arya juga menyebut adanya kasus terkonfirmasi positif yang ditemukan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bogor yang kemudian juga menulari keluarganya. “Kami telah melakukan langkah-langkah cepat, memastikan surveilans bekerja, mendata semua ODP, PDP. Semua yang masuk kategori ODP segera diminta untuk menjalani isolasi 14 hari dan tidak diperbolehkan masuk kerja dan diawasi secara ketat oleh RW Siaga,” terangnya.

Data per 10 Juni 2020, ada 59 kasus positif Covid-19 yang masih dilakukan perawatan, yang terdiri dari 21 orang dirawat di rumah sakit dan 38 orang isolasi mandiri. “Pemkot Bogor memutuskan agar seluruh kasus positif diarahkan untuk tidak isolasi mandiri tetapi dirawat di RSUD kota Bogor agar lebih mudah dilakukan pengawasan. Isolasi mandiri dikhawatirkan tidak terpantau dengan maksimal. Insya Allah di RSUD tempatnya masih memadai, sangat siap dan kapasitasnya cukup,” jelasnya.

Menurut Bima, situasi ini membuat kita harus lebih waspada dan lebih disiplin lagi. Karena walau sudah landai, tetapi masih memungkinkan adanya lonjakan apabila warga tidak waspada atau siaga.

“Obat covi-19d itu hanya tiga, pemakaian masker, jaga jarak dan ketiga cuci tangan. Disiplin kita adalah vaksin kita. Vaksin kita adalah disiplin kita. Jadi ke depan, protokol kesehatan akan terus dipastikan agar bisa diberlakukan dan diterapkan di Kota Bogor,” pungkasnya. (Rie)

 

 

 

 

Editor : Endi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here