Kota Bogor Akan Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Ini Syaratnya!

  • Bagikan

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Penurunan status PPKM ke level 3 melonggarkan beberapa kebijakan melalui relaksasi di sejumlah sektor salah satunya pendidikan. Sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) akan segera gelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Hal itu, merujuk pada Inmendagri Nomor 35 Tahun 2021 tentang pelaksanaan pembelajaran bisa dilakukan dengan tatap muka terbatas dengan maksimal kapasitas 50 persen.

Kepala Disdik Kota Bogor Hanafi mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan rancangan teknis untuk kembali menyelenggarakan PTM di Kota Bogor.

Namun, lanjutnya, penyelenggaraan PTM tidak akan serentak dilaksanakan disetiap sekolah baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dan saat ini, pihaknya akan kembali melakukan simulasi untuk PTM. Simulasi ini untuk yang kedua kalinya sejak simulasi pertama pada bulan Mei lalu.

“Ya, karena waktu itu sempat dihentikan, karena kondisi pandemi di Indonesia khususnya di Kota Bogor dalam keadaan tidak cukup baik,” ucapnya, Rabu (25/08/21).

Menurut Hanafi, ada 37 SMP yang akan dilakukan simulasi PTM dan 36 SD di enam kecamatan. Dan 37 SMP yang sudah diverifikasi sebelum melakukan simulasi akan diverifikasi ulang.

“Sedangkan, untuk SD akan di verifikasi terlebih dahulu agar bisa melaksanakan PTM, itupun hanya untuk kelas 4-6, kelas 1-3 belum direkomendasikan untuk melakukan PTM,” jelasnya.

Terkait adanya persyaratan pelajar harus menunjukan bukti telah di vaksin untuk mengikuti PTM, Hanafi menuturkan, persyaratan tersebut tidak berlaku lantaran inti dari persyaratan mengikuti PTM yakni ada surat izin dari orang tua diatas materai.

“Syarat harus di vaksin dahulu itu tidak ada, yang penting orang tua mengizinkan anaknya untuk melakukan PTM, karena masih ada sebagian orang tua yang masih khawatir dan belum memberikan izin. Jadi, bukan berarti belum divaksin tidak boleh sekolah, itu tidak benar,” tegasnya.

Hanafi berharap, PTM bisa segera dilaksanakan dengan diiringi upaya secara marathon untuk mendorong para pelajar melakukan vaksin.

“Vaksinasi pelajar di Kota Bogor ini baru sampai kurang lebih sekitar 15 persen, dan kita terus berupaya marathon di 68 kelurahan untuk mendorong para pelajar maupun masyarakat agar segera divaksin,” pungkasnya.

 

 

 

 

(As/Bing)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.