Keren! Satpol PP Kota Bogor Ingatkan Pedagang Sambil Bagi Sembako

0
36

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Sikap humanis ditunjukan Satpol PP Kota Bogor kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) ditengah sulitnya mencari nafkah lantaran pandemi Covid-19 khususnya PPKM Mikro Darurat yang diterapkan di pemerintah.

Dalam operasi penerapan PPKM Mikro Darurat, Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor terus mengingatkan para pedagang untuk tidak menyediakan makan di tempat, juga mensosialisasikan aturan-aturan dalam PPKM Darurat.

Dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kota Bogor Agustiansyach, petugas menyisir Jalan Sudirman, Pemuda, Pajajaran, Ahmad Yani, Jalak Harupat, Otista, Suryakencana, Sukasari hingga Batutulis untuk memberikan sosialisasi dan pembagian paket sembako.

Demak sapaan akrabnya Kasatpol PP Kota Bogor mengtaakan, sosialisasi dan pemberian bantuan ini sebagai bentuk perhatian bagi para pedagang kecil.

“Adanya PPKM Darurat ini secara tidak langsung berdampak kehidupan mereka. Sepi karena pembatasan-pembatasan,” ucapnya, Rabu (14/07/21).

Menurut Agus, operasi semacam ini akan terus dimaksimalkan di titik-titik lainnya selama penerapan PPKM Darurat. “Memang belum menjangkau semua, tapi kita terus maksimalkan. Misalnya hari ini di kecamatan ini, nanti di kecamatan mana lagi,” terangnya.

Jika selama ini semua pedagang diwajibkan tutup sampai jam 20.00 WIB, lanjutnya, khusus pedagang yang baru menggelar dagangannya sore hari diberikan keringanan jam operasional.

Diakui dia, ada kebijakan dari Pak Wali, Pak Kapolresta dan Pak Dandim. Yang selama ini pedagang hanya boleh berjualan sampai jam 20.00 dengan take away.

“Pimpinan melihat ada kesulitan ekonomi warga yang mungkin harus dibantu, jadi ada kebijakan untuk para pedagang boleh berjualan, tapi tetap penekannya tidak boleh makan di tempat,” jelasnya.

Dia juga paham dengan pembatasan di banyak sektor mereka pasti terdampak. Dan minimal pemerintah bisa membantu meringankan beban mereka.

“Terutama bagi pedagang-pedagang yang baru mulai buka sore hari, yang siang hari mereka tidak berjualan. Kalau jam 8 kita tutup, maksimal cuma 2-3 jam mereka operasional. Kasihan juga,” tambahnya.

Kecuali, masih kata Agus, saat sudah diberikan kelonggaran tapi ada pedagang yang menyediakan makan di tempat, itu akan ditindak tegas.

“Jika kita sudah perbolehkan tapi ternyata pedagang itu malah menyediakan makan di tempat, kita akan tindak tegas. Jadi kita hadir dengan ketegasan tapi juga humanis,” katanya.

Sementara itu, setiap pedagang yang disambangi tampak kaget. Bahkan beberapa ada yang ketakutan khawatir terkena razia petugas.

Salah satu penjual Bubur Madura di Warung Jambu, Anto mengaku kaget dengan kedatangan petugas Satpol PP ke tempatnya.

“Kaget lah pasti. Saya kira mau disuruh tutup, padahal baru buka sore. Ternyata dikasih sembako, terus tadi bapaknya bilang jangan ada yang makan di tempat, harus dibungkus,” katanya.

 

 

 

 

 

(As/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here