Kasus Dugaan Korupsi Dana Rutilahu Sukamanah Mandek, Wakil Ketua LMB: Mungkin Karena Orang Miskin yang Lapor

0
200

Agus Rahya, Wakil Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Maung Bodas (LMB) DPC kabupaten Bogor.

Jonggol, Bogorupdate.com
Penanganan Kasus dugaan Korupsi dana Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol pada tahun 2017, 2018 dan 2019 yang ditangani oleh Polres Bogor itu terkesan mandek. Serangkaian penyelidikan dan pemanggilan oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terhadap saksi maupun Kepala Desa dan perangkatnya sudah dilakukan. Namun, sayangnya hingga saat ini belum ada kejelasan.

Hal itu disayangkan oleh Wakil Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Maung Bodas (LMB) DPC kabupaten Bogor, Agus Rahya. Menurutnya, Unit Tipikor Polres Bogor sudah dua kali mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan kepada korban penerima dana Rutilahu. Sampai saat ini, untuk kelanjutan terkait dugaan kasus korupsi Rutilahu yang diduga dilakukan oleh perangkat Desa Sukamanah tersebut terkesan mandek.

“Padalah, baik dari Polres Bogor maupun Muspika Kecamatan Jonggol sudah turun kelapangan dengan menemui para korban. Selain itu proses penyelidikan dan pemanggilan juga sudah dilakukan namun aneh kasusnya sampai saat ini belum juga menemui titik terang bahkan terkesan. dibiarkan,” Ujar Agus Rahya, Rabu (10/6/20).

Dia memaparkan, Laporan yang dilayangkan oleh warga ke Polres Bogor berdasarkan informasi yang didapat terhitung sejak tahun 2017 sebanyak 129 unit, pada tahun 2018 sebanyak 50 unit, dan 2019 sebanyak 12 unit, jadi untuk total keseluruhannya ialah 191 unit Rutilahu yang ada di Desa Sukamanah tersebut. Pada pelaksanaanya, ada 54 warga yang sudah terdaftar sebagai penerima bantuan Rutilahu namun tidak direalisasikan oleh pihak Desa Sukamanah.

“Keseluruhan warga penerima bantuan Rutilahu yang tidak disalurkan kepada yang berhak sebanyak 54 orang dengan rincian pada tahap pertama tahun 2017 ada 26 warga, tahap ke-2 sebanhak 13 warga. Selanjutnya, pada tahap pertama dan ke-2 tahun 2018 sebanyak 8 orang. Yang terakhir dari data yang didapat dari warga pada tahun 2017 dan 2018 ada 7 orang warga tidak terdaftar namun menerima bantuan,” Paparnya.

Masih kata Rahya, dengan rincian dana yang diterima dari 54 orang warga sebesar Rp.115.975.000, ditambah PPN dan upah kerja 54x Rp 3.000.000 Rp 162.000.000 dengan total Rp.277.975.000. Sedangkan dana yang diturunkan oleh Pemerintah untuk 54 warga sebesar Rp 10 juta dengan total Rp 540 Juta, dikurangi dari warga penerima sebanyak Rp 277.975.000 Rp dengan total kerugian Negara sebesar Rp 262.025.000.

“Semua data yang dipaparkan belum terhitung dari jumlah 191 unit Rutilahu diambil 54 unit dengan jumlah sisa yang belum terhitung sebanyak 147 unit Rutilahu. Bisa dibayangkan berapa kerugian Negara yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Sukamanah tersebut,” jelasnya.

Meski begitu, sambung Rahya, Pihak Berwajib dalam hal ini Polres Bogor yang menangani kasus tersebut terkesan tidak tegas dan malah mengabaikan. Hal itu lantaran sampai saat ini pihak Kepolisian belum juga melanjutkan kasus yang merugikan uang negara ini. Dia berkesimpulan jika Polres Bogor tebang pilih dalam menangani perkara lantaran yang melaporkan adalah warga yang kurang mampu.

“Perkara tersebut sudah dilakukan penyidikan namun jalan di tempat, apa kah karena yang di Dzoliminya orang miskin sehingga perkara tersebut di peti eskan. Saya berharap kepada pihak berwajib agar serius untuk menangani perkara dugaan Korupsi Dana Rutilahu tersebut dan jangan ada tebang pilih, kasihan orang yang kurang mampu bahkan miskin yang selalu di dzolimi. Padahal, akibat yang dilakukan oleh pihak Desa Sukamanah tersebut Negara sudah di rugikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Beni Cahyadi enggan memberikan keterangannya. Bahkan, menyarankan agar melakukan konfirmasi kepada Humas Polres Bogor.

“Berkenan ke Humas aja,” singkat Kasat Reskrim kepada BogorUpdate.com. (Jis)

 

 

 

Editor : Endi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here