Kades Tarikolot Citeureup Fasilitasi Sengketa Jual Beli KPR Pribadi Warganya

0
118

Citeureup, BogorUpdate.com
Usai dimintai pertanggungjawaban oleh beberapa konsumen yang terdiri dari 13 Kepala Keluarga (KK) yang mengambil kredit rumah KPR Pribadi milik Sunaro di Lahan seluas 705 meter di Kampung Tarikolot RT 03 RW 07 Desa Tarikolot Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor, kepala desa setempat melakukan mediasi kedua belah pihak, bertempat di Aula kantor desa setempat, Minggu (10/01/2021).

Dari lahan seluas 705 meter dengan 13 unit rumah di Kampung Tarikolot RT 3 RW 7 Desa Tarikolot Kecamatan Citeureup, para konsumenpun yang meminta pertanggungjawaban atas terjadinya pemagaran lahan, akhirnya bersama pemilik lahan maupun pengembang menghadiri mediasi yang difasilitasi Pemerintah desa setempat.

“Hasil mediasinya, Nurhayati selaku pengembang menyepakati pada 10 Februari untuk menyelesaikannnya,” terang Wawan Kurniawan selaku Kades Tarikolot, usai mediasi.

WK sapaan akrab Kades mengaku, baru mengetahui hal ini jika adanya proses perdagangan rumah pribadi di desanya. Ia pun sudah menegur kepada pihak pengembang untuk berlaku koperatif dan tidak mengulangi hal yang sama.

“Secara lisan kita sudah lakukan teguran kepada pengembang. Nah, untuk menghindari kejadian serupa, saya tekankan kepada RT RW untuk selalu memantau wilayahnya khususnya dalam proses jual beli tanah,” terangnya.

Sementara itu, Sunaryo selaku pemilik lahan tersebut menjelaskan jika pihak pengembang mau menyelesaikannya dengan tempo waktu per tanggal 10 Februari kedepan.

“Tuntutan saya hanya uang saya dibayar sebesar Rp.366 juta oleh Saudara Nurhayati selaku pengembang yang sebelumnya membeli tanah saya. Karena, persoalan ini sudah lama sekitar 3 tahunan lamanya,” paparnya.

Salahsatu Konsumen, Suwarjana (50) menuturkan jika hak para konsumen telah disepakati pengembang pada 10 Februari mendatang. Namun, jika tidak pihaknya akan menempuh jalur hukum.

“Jika meleset, tentunya akan kami tempuh dengan melaporkan hal ini kepada pihak berwajib,” tuturnya.

Terpisah, Nurhayati selaku pengembang KPR Pribadi tersebut ketika dimintai keterangan enggan berkomentar.

“Maaf saya gak bisa ngasih statmen,” katanya sembari bergegas pergi meninggalkan awak media.

Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan sebanyak 13 Kepala keluarga (KK) yang berada kampung Tari Kolot RT 003 RW 07 desa Tari Kolot Kecamatan Citeureup kabupaten Bogor, Resah dan menuntut kejelasan Akte Jual Beli (AJB) dan Sertifikat yang tak kunjung mereka terima. Pasalnya sekitar 2 tahun yang lalu mereka membeli rumah dan tanah kepada Nurhayati dan sudah lunas namun hingga saat ini mereka belum menerima AJB.

Sejumlah warga sudah beberapa kali menanyakan kepada Nurhayati selaku pihak yang menjual rumah dan tanah yang saat ini mereka huni perihal kejelasan Akte Jual Beli (AJB). Bahkan beberapa warga juga pernah mendatangi rumah Nurhayati, untuk menuntut hak mereka agar Nurhayati memenuhi kewajibannya sebagai penjual.

Diceritakan oleh salah satu warga penghuni rumah yang resah tersebut yaitu Suwarjana Sabtu 09/01/2021 bahwa saat ini mewakili 13 kepala keluarga yang membeli rumah dari Nurhayati resah dan terganggu. Karena, akses jalan masuk kerumah miliknya dipagar bambu serta ditutup oleh pemilik tanah.

 

 

 

 

 

(Asep Bck/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here