IPB University Inisiasi Program MBKM One Village One CEO

  • Bagikan

Pemerintahan, BogorUpdate.com
Kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) merupakan aktivitas untuk mendapat pembelajaran bersama dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Oleh karena itu, Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB University menginisiasi kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Sociopreneur One Village One CEO (OVOC).

Program ini dilaksanakan melalui kegiatan Kedai Reka dengan konversi mata kuliah setara dengan 20 SKS. Kegiatan ini melibatkan Akademisi IPB University, PT Astra Internasional dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) serta pelatihan softskill bermasyarakat.

Rektor IPB University, Prof Arif Satria menjelaskan, program tersebut akan terus dikembangkan ke berbagai wilayah di Indonesia. “Ini akan terus kita kembangkan ke berbagai wilayah, karena program ini penting untuk meningkatkan jiwa sociopreneurship para mahasiswa serta untuk memberikan nilai tambah bagi pembangunan Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Prof Arif Satria mengatakan, “Yang kita tahu bahwa desa adalah salah satu sumber pertumbuhan di masa depan. pertumbuhan ekonomi kita diharapkan dapat tumbuh dari kekuatan desa tapi bukan semata-mata dari transfer tunai melainkan dari aktivitas produktif.”

Prof Arif Satria juga menjelaskan upaya pemenuhan kebutuhan pangan pada masa COVID-19 salah satunya dilakukan melalui program OVOC. Ia mengaku, kegiatan OVOC saat ini diselenggarakan di 300 Desa Binaan di seluruh Indonesia.

“OVOC diharapkan menjadi sistem yang dapat menjawab pertanyaan pemberdayaan di berbagai desa di Indonesia,” tambah Prof Arif Satria.

Pakar ekologi pesisir IPB University itu menjelaskan, keunggulan MBKM Sociopreneur OVOC antara lain adalah memperkuat ekosistem bisnis perdesaan berbasis BUMDes dan potensi unggulan desa (prukades). Melalui program ini juga, dapat menemukan ide, menganalisis lingkungan dan merencanakan bisnis berbasis prukades. Tidak hanya itu, dengan program OVOC ini, jiwa sociopreneurship dapat tumbuh berdasarkan pengalaman empiris.

“Dengan program ini, mahasiswa mendapat berbagi pengalaman empiris dalam membuat ekosistem bisnis berbasis inovasi perdesaan serta mengembangkan dan menjalankan bisnis berbasis Digital Agro Sociopreneur secara mandiri setelah mendapatkan program ini,” tandas Prof Arif Satria.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.