IPB Diduga Serobot Tanah Warga

0
160

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Papan plang kepemilikan tanah yang dipasang oleh pihak Institut Pertanian Bogor (IPB) di jalan Lodaya, Kelurahan Bogor Tengah, Kota Bogor, menuai reaksi keras dari masyarakat, pasalnya pemasangan plang tersebut diduga salah alamat, bahkan para ahli waris pemilik tanah itu pun mengaku tak terima. Lembaga Aliansi Indonesia Rescue Jawa Barat yang menyoroti persoalan ini pun menduga hal tersebut sengaja dilakukan oleh pihak IPB alias melakukan penyerobotan lahan.

Perwakilan Lembaga Aliansi Indonesia, Endang, kepada awak media mengatakan, bahwa papan plang tanah negara milik Departemen Pendidikan Nasional CQ. Institut Pertanian Bogor (IPB) Sertifikat No 22/2005 Reg. No 10.09.03.02.4.00022 luas tanah 15.034 M2. Simantap : 3HA 18F1E1 diduga salah memasang plang.

“Saya sudah cek ke kantor Kelurahan Bantarjati, bahwa lokasi bidang tanah yang mereka pasang plang tersebut masih milik masyarakat yakni atas nama H. Patoni Bin Salip, dengan nomor Girik/kikitir/kohir/ C. 1439.Persil.105.DIV dan Persil 110. DIII. Dan informasi yang saya dapat, lokasi Sertifikat Hak Pakai No 22/2005 itu ada di jalan Taman Kencana, tapi mereka memasang di jalan Lodaya. Hal ini sama saja dengan merebut atau menguasai tanah orang lain,” kata Endang, Jumat (27/11/2020).

Endang pun mendesak agar kantor ATR/BPN Kota Bogor untuk segera turun tangan meninjau ulang lokasi yang dipersoalkan itu. Karena menurutnya, klien nya memiliki bukti yang jelas, bahwa sampai hari ini lokasi bidang tanah tersebut masih miliknya. “Lokasi ini matas nama H. Patoni Bin Salip no Girik/kikitir/kohir/ C. 1439.Persil.105.DIV dan Persil 110. DIII, dan itu masih tercatat sah pada buku Induk Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor,” ungkap Endang.

Selain itu, imbuh Endang, terdapat juga tanah masyarakat lainnya atas nama Ibrohim Bin Idja dengan nomor C. 1164 Persil 73 a dan 74 yang tercatat pada buku induk C/Ipeda Kelurahan Bantarjati seluas 9750 M2 terletak di Kampung Cilibende, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Endang yang mendampingi kliennya (ahli waris) itu berusaha mencari bukti – bukti kepemilikan, bahkan sudah berupa untuk meminta kejelasan dari institusi IPB atas kepemilikan tanah yang diklaimnya sebagai aset negara. “Namun pihak IPB tidak merespon dengan baik. Bahkan mediasi di tingkat kelurahan dan kecamatan juga sudah membuktikan kepemilikan lahan tersebut tercatat milik ahli waris,” jelas Endang.

Untuk itu, kami mendesak agar ATR/BPN Kota Bogor untuk mengeluarkan surat atau data Sertifikat Hak Pakai No.22/2005 dengan register No 10.09.03.02.4.00022 luas tanah 15.034 M2. Simantap : 3HA 18F1E1.

“Apakah betul keabsahannya dill lokasi dan bidang tanah itu, yang jelas dimiliki klien kami. Kami sebagai kontrol sosial yang berjuang untuk masyarakat ingin memberikan kepastian hukum atas hak dari masyarakat. Karena kami menduga hak bidang tanah milik klien kami di serobot oleh institusi yang tercantum dalam plang tersebut,” pungkasnya.

Ketika hal ini di konfirmasi ke Rektor IPB Arif Satria, diarahkan untuk menghubungi bagian Hukum IPB. “Silahkan hubungi bagian Hukum nya, dengan pak Bayu,” singkat Arif dalam pesan singkatnya, Sabtu (28/11/20).

Sementara itu, Kepala Biro Hukum IPB University Widodo Bayu Ajie ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa pemasangan plang pada lokasi dimaksud sudah sesuai dengan alas haknya.

“Dapat kami sampaikan sesuai informasi dan dokumen yang kami miliki, pemasangan plang pada tanah pada lokasi dimaksud, sesuai dasar alas hak atas tanah tersebut yaitu Sertifikat No 22/2005 Babakan Kota Bogor, demikian yang dapat kami sampaikan terimakasih,” kata Bayu dalam pesan singkatnya.

 

 

 

 

 

 

(Rie/Refer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here