Harga Menjanjikan, Distanhorbun Bakal Maksimalkan Potensi Perkebunan Porang

0
30

Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor, Siti Nuriyanti

Pemerintahan, BogorUpdate.com
Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor akan memaksimalkan potensi perkebunan porang (Tanaman umbi-umbian) atau yang memiliki nama latin amorphophallus muelleri.

Hal ini dilakukan karena harga komoditi porang lebih mahal dari umbi-umbi lainnya yaitu Rp 100 ribu perkilogram (kualitas ekspor) karena akan diekspor ke luar negeri, hingga nantinya akan menaikkan taraf hidup para petani.

“Harga umbi porang ini jauh lebih mahal dari umbi-umbi lainnya karena akan diekspor ke luar negeri seperti Jepang, Korea dan RRC, kami akan mensosialisasikan cara tanam hingga panen kepada para petani di Bumi Tegar Beriman,” ucap Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti kepada wartawan, Senin, (21/9/20).

Ia menerangkan saat ini luas lahan perkebunan yang ditanami porang ada 25 hektare dan akan diperluas hingga 100 hektare, dengan sasaran di timur dan barat Kabupaten Bogor.

“Kami akan memanfaatkan lahan-lahan marginal atau tebing, maupun lahan perkebunan karet untuk ditanami porang hingga las areal tanam bisa memcapai 100 hektare, petani bisa belajar dari kesukesan Paidi seorang pemulung asal Desa Kepel, Kecamatan Kare, Madiun yang menjadi milyarder karena bertani porang,” terangnya.

Nuriyanti menuturkan umbi porang yang diekspor oleh perusahaan ekportir di Kecamatan Cariu berupa tepung atau chip, untuk nantinya dijadikan bahan baku mie atau kosmetik.

“Kabupaten Bogor akan menjadi sentra perkebunan porang, rencana tersebut didukung penuh oleh Kementerian Pertanian dengan akan dibuat sistem kerja yang mendukung termasuk ada pinjaman modal lunak. Kami melibatkan BNI untuk mensukseskan program ini,” tutur Nuriyanti. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here