GMNI Unpak Lakukan Kaderisasi Melalui PPAB

0
20

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Hukum, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Pakuan melaksanakan Pekan Penerima Anggota Baru (PPAB). Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 21 dan 22 November 2020.

Kegiatan yang mengusung tema Konstitusi UUD 1945 & Pancasila sebagai dasar perjuangan Marhaenisme itu dilaksanakan di Indonesian Center For Biodivesity And Biotechnology (ICBB) Complek Jalan Cilubang, Nagrak No. 62 Kelurahan Situgede, Kota Bogor.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPK
DPK GMNI Hukum Universitas Pakuan.
Zayyanul Iman Al-Fadhilla mengatakan, bangsa Indonesia telah menunjukkan berbagai upayanya dalam menghadapi gempuran era modernisasi.

Menurutnya, hal itu juga berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan bangsa dalam berbagai sektor. “Dapat dikatakan bahwa saat ini bangsa Indonesia adalah bangsa yang maju, bangsa yang siap menerima tantangan era modernisasi,” katanya.

Tetapi kata dia, disisi lain permasalahan sosial juga tidak dapat dilepaskan dalam roda perkembangan bangsa ini. Permasalahan seperti peningkatan masalah kemiskinan, perampasan HAM, serta kian meningkatnya tindak kekerasan terhadap hak-hak rakyat (represifitas) yang banyak terjadi diberbagai daerah saat ini.

Menurutnya, hal tersebut telah menunjukkan, bahwa bangsa ini sedang mengalami krisis kemanusiaan yang berimbas pada hilangnya identitas bangsa. Bahwa manusia sedang mengalami apa yang disebut alienasi diri.

Akibatnya, hakikat dan nilai kemanusiaan semakin kabur, krisis moralitas, dan kedangkalan dalam memaknai kehidupan pada bangsa ini akan hilang. Gagal dalam eksistensi karena tidak mampu menjadi history. “Ini akan menjadi kabur dalam sejarah tersebut karena tidak mempunyai keterlibatan itu sendiri dalam sejarah sehingga menjadi ahistoris,” ungkapnya.

Masih kata dia, DPK GMNI Hukum Unpak mengajak seluruh kaum muda untuk bersatu padu, membangun kekuatan bangsa, menjadi bangsa yang utuh dan berdaulat agar mampu menciptakan sejarah dalam setiap aspek perjuangan rakyat Indonesia.

“Ya, semua turut andil dalam perubahan dan kemajuan bangsa Indonesia saat ini. Dengan itu, kita bisa menggoreskan tinta dalam catatan sejarah bangsa Indonesia menuju perubahan kearah yang lebih baik,” tambah dia.

Guna menjalankan hal tersebut, pihaknya akan terus mengupayakan dalam memasifkan pengkaderan, sebab pengkaderan adalah suatu kekuatan rakyat didalam wadah (organisasi). Tujuannya untuk menata serta menempa mental dalam menghadapi perubahan bangsa disetiap aspek perjuangkan rakyat dan menyingkirkan problematika pada bangsa ini.

Harapan besar dalam pengkaderan tersebut, agar para mahasiswa sadar akan polemik yang terjadi saat ini. Harapan lain adalah peka dan kritis dalam melihat situasi dan kondisi yang saat ini menimpa bangsa Indonesia.

“Pemikiran tersebut akan memicu kebangkitan kaum muda untuk berdiri di atas kaki sendiri, menjadi bangsa yang kuat dan bangkit dari keterpurukan,”
ungkap dia.

Sementara Komisaris DPK GMNI Hukum Unpak Aditya Pratama mengatakan,
10 tahun kedepan Indonesia akan masuk dalam kondisi bonus demografi, dimana intelektual serta integritas kalangan milenial harus terus digali. Serta potensi besar yang ada dalam kalangan muda harus terus di kembangkan, basis massa milenial harus menjadi ujung tombak perubahan bangsa.

“Saya berharap, setiap kader dapat menjunjung tinggi rasa kemanusiaan sebagai dasar dalam kehidupan ber-bangsa dan ber-negara dan bermasyarakat, serta mengedepankan etika maupun moralitas sehingga memunculkan keindahan (estetika) dalam berkehidupan di dalam asas sosio nasionalisme, sosio demokrasi, sosio-religi sesuai amanah Pancasila dan UUD 1945,” tandasnya.

 

 

 

 

 

(As/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here