Gas “Melon” Langka, Warga Minta Perhatian Pemerintah

  • Bagikan

Cileungsi – Bogor Update

Sudah seminggu belakangan ketersediaan “Si Melon” susah didapatkan. Padahal, sebagian besar warga dan banyak pedagang di Cileungsi bergantung pada ketersediaan gas 3 kilogram ini.

“Saya sudah putar-putar dari setiap agen dan warung-warung mencari gas 3 kilo gak ada. Setiap warung jawabannya kosong, capek dari tadi tidak juga dapat gas ini,” ujar Lia (24), merupakan IRT saat dijumpai di salah satu agen gas di Jalan Raya Cileungsi.

Lia mengakui, ia sudah mencari gas subsidi itu kebeberapa tempat hingga jauh ke wilayah Kecamatan Gunung putri, termasuk pengecer dan pangkalan, namun hasilnya nihil. Ironisnya, kini di rumahnya gas sudah benar-benar tak ada. “Pusing kalau begini. Dulu, susah cari minyak tanah, sekarang susah cari gas,” ungkapnya.

Ia berharap kelangkaan gas ini bisa menjadi perhatian intansi terkait dipemerintahan kabupaten Bogor yaitu dinas perdagangan dan perindustrian (disdagin). Terlebih, di pangkalan, kondisinya juga sama. Ketersediaan gas di pangkalan benar-benar juga tidak ada lagi.

Sementara itu, Jaya (34) seorang karyawan pangkalan gas tersebut mengakui, sudah seminggu ini pasokan gas 3 kg yang masuk di pangkalan tempatnya bekerja lamban dan berkurang. Ia juga mengaku, tidak sedikit masyarakat dan pengecer yang berada di wilayah Kecamatan Gunung putri itu bolak-balik mencari gas ke tempat itu.

” Iya nih sudah seminggu pasokan gas 3kilo kita agak telat dan berkurang, biasanya seminggu 3 sampai 4 kali pendistribusiannya, kalo sekarang tiap kirim langsung habis diserbu. Tapi kalo gas warna pink banyak,” Pungkasnya. (Ji/Sep)

 

Editor: Endi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.