Gabungan Ormas Kecamatan Gunung Putri Minta Pemilik Lahan Berikan Akses Jalan Menuju PSU Yang Bakal Dibangun GOM dan SMP

  • Bagikan

Gunung Putri, BogorUpdate.com
Sebagai bentuk dukungan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam pembangunan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) yang akan digunakan untuk membangun gelanggang olahraga masyarakat (GOM) dan SMPN O4 Gunung Putri, Gabungan Lintas Organisasi Masyarakat (Ormas) Kecamatan Gunung Putri turun ke lokasi PSU yang terletak di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri.

Ormas yang turun ke lokasi PSU tersebut diantaranya, Pemuda Pancasila (PP), AMS, BPPKB Banten, dan Gibas. Selain mendukung program Pemkab Bogor, mereka meminta penyedia lahan PSU untuk memberikan akses jalan menuju PSU yang sampai saat ini belum juga ditentukan lokasi untuk akses masuk.

“Kita sangat mendukung program Pemkab Bogor untuk membangun SMPN dan GOM ini. Namun, pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun ini dan sudah ditentukan pemenangnya tersebut tidak memiliki akses masuk ke lokasi PSU,” kata Wakil Ketua Lintas Ormas Kecamatan Gunung Putri, Usman Jabir kepada BogorUpdate.com, Jum’at (27/8/21).

Jabir yang juga menjabat Ketua BPPKB Banten Kecamatan Gunung Putri itu menambhakan, Aksi damai yang dilakukan tersebut bertujuan hanya untuk kepentingan masyarakat Gunung Putri Khususnya. Hal itu dilakukan lantaran kondisi lahan PSU tersebut tidak memiliki akses jalan masuk.

“Makannya kami turun ke lapangan meminta kepada pemilik lahan memberikan akses jalan ke PSU agar proyek pemerintah bisa berjalan lancar. Kalau gak ada jalannya gimana pembangunan bisa berjalan,” pungkasnya.

Dia berharap, dengan adanya aksi damai yang dilakukan di dekat lokasi PSU itu dapat mengetuk hati pemilik lahan PSU untuk segera memberikan akses jalan masuk, sehingga apa yang diimpikan masyarakat Kecamatan Gunung Putri untuk memiliki SMPN dan GOM itu bisa secepatnya terealisasikan tanpa hambatan.

“Kami memohon agar pemilik PSU atau Pemkab Bogor segera menyelesaikan persoalan akses masuk yang saat ini menjadi kendala, agar pembangunan tidak terhambat,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

(Jis/Bing)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.