Forkopimda Kota Bogor Fokus Tiga Strategi Ini Dalam Menekan Laju Covid-19

0
64

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa Covid-19 di Kota Bogor sedang sangat tinggi. Dimana kemarin rekor 168 orang positif dalam satu hari. Atas dasar itu, pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus berikhtiar menekan laju pandemi.

Bima Arya menyebutkan akan fokus pada Tiga strategi dalam menekan penyebaran Covid-19. “Kami akan fokus pada tiga strategi, yaitu Penguatan kapasitas 3 T (Testing, Tracing dan Treatment), Pengurangan mobilitas warga dan Penguatan Karantina dan pembatasan aktivitas warga di RW Zona Merah,” ujar Bima, Kamis (4/2/21).

Bima mengatakan jika Pemkot akan memberlakukan aturan ganjil-genap bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk menekan trafik mobilitas warga. Dimana kebijakan ini akan diterapkan setiap Jumat, Sabtu dan Minggu.

“Mulai berlaku pada Sabtu, 6 Februari 2021 (genap) di seluruh ruas jalan utama di Kota Bogor. Kebijakan ini dikecualikan bagi kendaraan ambulans, pemadam kebakaran, angkutan umum, angkutan sembako/BBM, kendaraan dinas pemerintah,” ungkapnya.

Selain ganjil-genap, Forkopimda Kota Bogor juga bersepakat menerapkan Pelarangan semua aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan tanpa seizin Satgas Covid-19 Kota Bogor. selanjutnya Pelarangan resepsi pernikahan selama dua minggu ke depan, kecuali sudah menyebar undangan atau membayar gedung dan lainnya, namun harus ada izin dari Satgas.

“Pedestrian seputar Istana Kebun Raya Sistem Satu Arah (SSA) ditutup setiap Jumat, Sabtu dan Minggu. Kegiatan ibadah di rumah ibadah maksimal 50 persen. Rumah makan, cafe, pusat perbelanjaan, tempat hiburan tutup jam 20.00 WIB. Pengunjung tempat wisata dari luar Kota Bogor wajib menunjukan hasil test rapid antigen,” jelasnya.

“Penutupan Jalan Suryakencana jam 20.00 – 24.00 WIB, kecuali warga setempat dan loading barang kebutuhan pokok. Operasional angkutan umum dengan kapasitas maksimal 50 persen dengan jam 05.00 – 21.00 WIB,” sambungnya.

Bima juga menegaskan bahwa akan ada sanksi bagi pelanggar Protokol Kesehatan. “Pembentukan penyidik protokol kesehatan yaitu oleh Polresta Bogor Kota dan Denpom III/1 dalam menerapkan sanksi pidana terhadap pelanggar protokol kesehatan,” pungkasnya. (bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here