Dukung Operasional Bus BTS, BPTJ Kucurkan Subsidi Rp50 Miliar

  • Bagikan

Foto ilustrasi BTS (Net)

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Untuk mendukung operasional program bus Buy The Service (BTS). Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menggelontorkan subsidi sebesar Rp50 miliar.

Plt Kepala Bagian Humas BPTJ Budi Rahardjo mengatakan, Kota Bogor akan mendapatkan 75 unit bus dan untuk tahap pertama akan diberikan 20 unit.

Diakuinya, BPTJ bakal melakukan pengawasan dan evaluasi yang ketat atas operasional bus agar sesuai standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan.

Selain itu, juga ada kemungkinan penjatuhan penalti atau sanksi bila program tidak berjalan sesuai harapan.
Ia menjelaskan, bahwa program ini lebih tepat disebut sebagai BTS alih-alih sekedar bantuan bus.

Pemenang lelang menjadi operator dari program operasional bus dengan sistem Bus Rapid Transit. Sedangkan armada bus sendiri akan diberikan pemerintah melalui BPTJ, yang direncanakan sudah operasional pada akhir September 2021.

“Program BTS merupakan subsidi dari pemerintah pusat melalui BPTJ. Selain dukungan bus, nanti operasional pelayanan juga akan ditanggung BPTJ selama subsidi. Nanti akan dilakukan pengawasan minimal yang ditetapkan,” ucapnya.

Budi menyatakan bahwa subsidi BTS adalah meningkatkan kualitas layanan angkutan umum massal, sehingga angkutan akan lebih maksimal.

Apabila, ada layanan angkutan umum massal berbasis yang sudah terstandarisasi sesuai sistem BRT (Bus Rapid Transit). Sehingga nantinya akan memudahkan integrasi layanan Jabodetabek.

“Jadi skema BTS, menjadi subsidi secara keseluruhan pelayanan baik pengadaan armada maupun operasionalnya,” ungkapnya.

Ketika disinggung apabila program itu tak berjalan maksimal dan tak mampu menjamin keamanan sesuai poin perjanjian kerjasama. Ia menyebut sanksi akanelihat hasil evaluasi terlebih dahulu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan bahwa nantinya 20 unit bus tersebut akan mengkonversi 60 angkutan kota (angkot).

“Saya dengar sudah ada pemenang tendernya. Tapi belum ada surat tembusan ke kami. Mudah-mudahan nanti di Oktober ada waktu proposal kita sampaikan ke BPTJ dan Kemenhub,” ujar Eko.

Menurut Eko, perawatan bus BTS nantinya akan dilakukan oleh pemenang tender. Sedangkan Kota Bogor mendapatkan provit berupa percepatan konversi angkot ke bus dan keleluasaan bagi badan hukum angkot untuk segera bersiap beralih ke bus.

“Awalnya kita nggak punya bus jadi punya. Kemudian perawatan bus-nya dibiayai oleh pemenang lelang hingga lima tahun kedepan. Sopir angkot jadi punya penghasilan tetap, dan pengusahanya bergabung ke dalam konsorsium,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dishub Agus Suprapto mengatakan, Kota Bogor merupakan satu dari 10 daerah yang dinilai pusat sebagai wilayaj yang komprehensif melakukan penataan transportasi.

“Sekarang kami menyusun kerangka hirarki pelayanan jaringan angkutan umum. Koridor utama dengan bus massal dengan Transpakuannya, angkot dengan feedernya, inipun juga harus dilakukan penataan,” jelasnya.

Kata Agus, Pemkot Bogor berkeinginan untuk kembi mengajukan proposal kepada BPTJ untuk pengembangan angkutan jaringan trayek feeder dengan pola BTS. “Kita sudah informasikan secepatnya kita jg melalukan rumusan proposal pengajuan yang feeder,” katanya.

Menurutnya, operasional BTS sudah digariskan dalam bentuk pelayanan, sehingga pemkot tak perlu membayar subsidi. “Kami hanya harus menjalankannya sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) saja,” ungkapnya.

 

 

 

 

 

(As/Bing)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.