Duit Banprov Diduga Ditilep Oknum Desa Tlajung Udik, Pak RW Ngeluh

0
619

Gunung Putri, BogorUpdate.com
Bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat, Gubernur Jabar memberikan bantuan ke seluruh desa di Jawa Barat untuk pembangunan infrastruktur. Bantuan keuangan operasional untuk meningkatkan kinerja aparatur, khususnya tingkat desa dan kelurahan.

Dengan begitu, aparat desa dan kelurahan mampu mendukung pelayanan prima pada masyarakat dan peningkatan kualitas infrastruktur, terutama di tingkat desa dan kelurahan sebagai lini terdepan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan prima kepada masyarakat.

Nyatanya, hal tersebut tidak terjadi di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat itu diduga tidak digunakan dengan semestinya. Pasalnya, anggaran yang didapat pada tahun 2020 itu belum digunakan sampai saat ini.

Saat dikonfirmasi Bogorupdate.com, PJS Kades Tlajung Udik, Adi Sopian berdalih, belum terealisasinya penggunaan anggaran tersebut terbentur perhelatan Pilkades yang berlangsung pada tahun 2020 kemarin. Selain itu, beberapa staf nya menjadi panitia Pilkades. “Anggaran Bantuan Provinsi kemarin belum seluruhnya digunakan karena Staf saya sebanyak empat orang menjadi panitia, termasuk bendahara saya juga, jadi realisasinya masih tertunda,” dalihnya.

Masih kata Adi, yang juga mantan Sekses Bojongnangka itu mengaku dapat dana Banprov sebersar Rp 130 juta yang turun pada bulan November 2020 lalu. Namun anggaran tersebut sudah sebagian terpakai untuk penanganan Covid-19 dan Stunting di Desa Tlajung Udik.

“Untuk saat ini uang tersebut tidak bisa digunakan untuk rehab kantor desa, karena hanya tersisa Rp 40 juta. Jadi nanti akan kita bangunkan musolah yang posisinya di samping pos kamdes dengan luas 6×4 meter jika sisanya masih ada, untuk rehab pintu kantor BPD saja,” kilahnya.

Dengan sisa Banrov tersebut, biaya peningkatan kinerja aparatur pemerintahan seperti RW tidak mendapatkan anggaran apapun. Hal itu diungkapkan oleh salah satu ketua RW di Desa Tlajung Udik mengaku tidak mendapatkan bantuan apapun dari dana Banprov Jabar. Padahal, yang diketahuinya ada sejumlah uang senilai Rp 50rb dikali satu tahun yang di khususkan untuk biaya internet agar kinerja RW lebih maksimal.

“Saya tidak dapat apapun dari Banrov itu. Selain RW juga ada bantuan untuk posyandu senilai Rp 1,7 juta namun sampai saat ini dana tersebut belum kunjung turun. Ada lagi info nya kalau kelompok kerja (pokja) juga ada bantuannya, tapi ketika ditanya kepada pokja, mereka juga belum dapat,” jelas salahsatu ketua RW di Desa Tlajung Udik yang enggan disebutkan namanya tersebut, Kamis (21/1/21).

 

 

 

 

 

 

(Jis/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here