Dugaan Korupsi Dana BOS Rp17 Miliar, Disidang Perdana

0
63

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Enam terdakwa korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2017-2019 yang merugikan negara sebesar Rp17 miliar akhirnya di sidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Bandung, Rabu (18/11/20).

Para terdakwa itu antara lain dari unsur Kepala Sekolah Dasar (SD) dan guru SD serta seorang dari unsur swasta di Kota Bogor. Di ruang sidang mereka hanya tertunduk.

Ke enam kepala SD itu antara lain H Gunarto, mantan Kepala SD Ciluar II Kecamatan Bogor Utara, H Basor PNS guru, ‎Dedi selaku Kepala SD Negeri Gunung Batu I, M Wahyu Kepala SDN Panaragan I Kecamatan Bogor Tengah, Subadri Kepala SDN Bondongan Kecamatan Bogor Selatan dan Dede M Ilyas selaku Kepala SDN Bangka III Kecamatan Bogor Timur. Dari unsur swasta, JR Risnanto dari unsur swasta.

Sementara Kepala Seksi (Kasi) Intelegen Kejari Kota Bogor Cakra Yudha Hadi Wibowo mengatakan, dalam persidangan tersebut pihaknya membawa 30 lembar berkas dakwaan, untuk masing-masing terdakwa. Jaksa Penuntut Umum (JPU) berjumlah 5 orang antaralain, Rade S Nainggolan, Cakra Yudha, Ridha Nurul Ihsan, Heri Joko dan Heriyadi Mediantoro.

“Materi dalam sidang perdana adalah pembacaan dakwaan dari JPU. JPU langsung dipimpin oleh Kasie Pidsus Kejari Kota Bogor Rade S. Nainggolan,” ujar Cakra.

Di dalam persidangan Jaksa dari Kejari Kota Bogor, Haryadi membacakan dakwaan. Dia menjelaskan, kasus itu bermula saat 211 SD di Kota Bogor menerima dana BOS pada 2017 senilai Rp 69 miliar lebih, 2018 Rp 70 miliar lebih dan 2019 Rp 67 miliar lebih.

Sebagian dana BOS tersebut digunakan untuk pengadaan naskah soal ujian. Awaonya, terdakwa JR Risnanto meminta untuk jadi rekanan penyedia penggandaan naskah soal ujian sekolah dasar se-Kota Bogor 2017 senilai Rp 22 miliar lebih.

Dia melanjutkan, saat itu, saksi Taufan Hermawan (almarhum), selaku Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota Bogor 2017-2020 menyampaikan pada terdakwa JR Risnanto bahwa dari harga yang nantinya akan dimuat dalam kontrak kerjasama. Tidak seluruhnya dibayarkan kepada JR Risnanto, tetapi akan ada potongan dengan alasan untuk operasional sekolah.

Masih kata dia, pengadaan soal ujian ini dikoordinir oleh ‎Taufan Hermawan bersama-sama K3S tiap kecamatan. Yakni soal ujian UTS semester genap, UKK semester genap, try out I – III di semester genap.

Lalu, ujian sekolah semester genap, UTS semester ganjil dan UAS semester ganjil selama 2017-2018-2019 untuk sebagian besar SD Negeri di Kota Bogor menghabiskan biaya Rp 22 miliar lebih bersumber dari APBN 2017,2018 dan 2019.

“Akan tetapi, jumlah tersebut tidak seluruhnya dibayarkan kepada penyedia yakni JR Risnanto melainkan hanya Rp 12 miliar lebih. Dengan demikian terdapat selisih sebesar Rp 9,8 miliar lebih,” ujar Haryadi.

Jaksa Haryadi melanjutkan, nilai selisih dari Rp 9,8 miliar itu kemudian dibagi-bagi kepada sejumlah pihak setelah disepakati oleh Taufan Hermawan bersama para terdakwa H Gunarto, Basor, Dedi S, M Wahyu, Subadri dan Dede M Ilyas.

Dengan rincian tahun anggaran 2017-2019 yakni Taufik Hermawan menerima dan bertanggung jawab atas dana Rp 2,5 miliar lebih, Gunarto‎ sebesar Rp 399 juta lebih, H Basor sebesar Rp 236 juta lebih, Dedi S sebesar Rp 349 juta lebih, M Wahyu sebesar Rp 255 juta lebih.

“Kemudian Subadri Rp 389 juta lebih, Dede M Ilyas Rp 349 juta lebih dan seluruh kepala sekolah yang turut mengikuti pengadaan soal yang dikoordinir pengurus K3S Kota Bogor menerima dana Rp 4 miliar lebih,” tuturnya.

Dalam menangani kasus tersebut, Kejari Kota Bogor menggandeng audit Inspektorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dari anggaran Rp 22 miliar lebih untuk pengadaan naskah soal selama 2017-2019 dikurangi penghitungan nilai wajar sebesar Rp 4,9 miliar lebih, diketahui nilai kerugian negara

Dari hasil audit Inspektorat Jenderal Kemendikbud menentukan, dalam kasus tersebut mengalami kerugian negara sebesar Rp 17,1 miliar lebih. “Perbuatan para terdakwa didakwa Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tandasnya.

 

 

 

 

 

(As/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here