Dua Kali Disegel Proyek Borcess Kembali Jalan, Irman Dewan Minta Dihentikan

0
209

Foto Anggota DPRD Kabupaten Bogor,
Irman Nurcahyan

Rancabungur, BogorUpdate.com
Sejumlah kalangan menyoal beraktifitasnya kembali pengerjaan wahana water park (kolam renang) yang di miliki yayasan Muztahidin Al-Ayubi atau lebih dikenal dengan Yayasan Bogor Center School (Borcess). Salahsatu yang mempertanyakan hal itu adalah Irman Nurcahyan, Anggota legislatif Kabupaten Bogor.

Anehnya, proyek Borcess yang rencananya akan membangun juga water park dan sejumlah wahana permainan tersebut, telah dua kali disegel karena tidak mengantongi izin. Lebih ironis, proyek Borcess yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar ini didirikan diatas lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Anggota DPRD Kabupaten Bogor,
Irman Nurcahyan mengaku heran kalau saat ini proyek Borcess bisa jalan kembali. Pengelola yayasan bahkan seperti kebal hukum karena bisa membangun proyek besar di atas lahan bermasalah sekaligus tidak mengantongi izin.

“Itu bangunan yang sebelumnya sudah disegel hingga 2 kali oleh Satpol PP Kabupaten Bogor kenapa sekarang ada aktifitas pengerjaan lagi,” kata politisi Drmokrat tersebut melalui sambungan selular, Rabu (11/11/2020).

Irman memastikan, tidak mungkin dalam tempo tiga bulan setelah disegel yayasan Muztahidin Al-Ayubi telah mengantongi seluruh izin yang disyaratkan Pemerintah Daerah.

“Nggak mungkin lah, waktu disegel yang kedua kali pada (09/7/20) lalu itu, hanya berselang seminggu langsung disidang tipiring kan di PN Cibinong, dan kini mereka sudah mengantongi seluruh perijinannya tersebut,” tegasnya.

Atas dasar itu anggota komisi I DPRD Kabupaten Bogor itu meminta kepada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, maupun dinas berwenang untuk menghentikan pembangunan proyek Borcess. Sebab kalau tidak proyek Borcess akan menjadi contoh yang buruk untuk proyek yang lain. Disisi lain, Pemda juga akan mendapat penilaian negatif karena akan ada dugan telah bermain dengan pengelola yayasan.

“Harus diberhentikan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh pihak yayasan tersebut, jangan sampai ada kegiatan apapun sebelum proses perijinannya telah ditempuh,” tandasnya.

Lebih lanjut Irman mengatakan, jangankan mengoperasikan kolam renang wahana Water park, seluruh kegiatan pembangunannya mesti dihentikan dulu sebelum ijin-ijinnya telah dikantongi. Sebab izin tidak hanya syarat formal namun dengan izin sebuah proyek akan dikaji apakah layak atau tidak dan atau aman atau tidak untuk masyarakat yang nantinya akan menggunakan fasilitas di Borcess. “Jadi jangan ngawur dan seenaknya sendiri apalagi nanti masyarakat bisa menggunakan fasilitas Borcess,” ujar Irman.

Irman juga merasa heran siapa dibalik Borcess sehingga proyek tersebut bisa jalan meski bermasalah. “Saya penasaran siapa orang yang berani membekingi yayasan itu untuk beroperasi di segala kegiatan yang ada di lingkup lahan milik yayasan itu,” tegasnya.

Irman mengungkapkan dalam waktu dekat komisi 1 akan memanggil pihak pengelola yayasan ke kantor DPRD. Pemanggilan ini untuk mempertanyakan dan menindaklanjuti persoalan perijinan yayasan terkait pembangunan proyek Borcess.

Apalagi, kata Irman, Borcess yang dari awal membangun untuk pendidikan, ternyata di dalam nya ada wahana permainan air dan dikomersilkan. “Kami akan dengan tegas menegakan peraturan dan regulasi yang ada di Kabupaten Bogor, “ujarnya.

Seperti diketahui, pelanggaran pembangunan proyek Borcess ini berbuntut panjang hingga membuat geram banyak kalangan.

Pasalnya, yayasan itu diketahui dengan sengaja menempati lahan dan membangun beberapa bangunan gedung serta sebuah tempat wahana water park (Kolam renang, red) di lokasi yang peruntukkannya sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

 

 

 

 

 

(Rul/Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here