Dr Yeni Herdiyeni IPB University, Raih Fulbright Visiting Scholar Program 2021

0
56

Lifestyle, BogorUpdate.com
Dr Yeni Herdiyeni, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) raih Fulbright Visiting Scholar Program 2021. Program Fulbright Visiting Scholar ini merupakan kerjasama penelitian lintas disiplin ilmu (inter-disciplinary) yang akan dilaksanakan bersama dengan Prof Nyree Zerega dari Plant Biology and Conservation Program di Northwestern University dan Chicago Botanical Garden (CBG), salah satu museum yang maju di Amerika Serikat.

“Melalui Fulbright Visiting Scholar Program 2021 ini saya ingin mewujudkan cita-cita untuk bisa melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia. Saat ini data biodiversitas di Indonesia belum terintegrasi secara nasional baik di level museum atau pun lembaga penelitian. Selain itu, belum banyak menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan machine learning untuk managemen dan analisis data. Oleh karena itu saya mengajukan ide penelitian berjudul Development of FAIR Biodiversity Data Management Framework and DNA-based Storage Architecture System in Indonesia,” ujarnya.

Penelitian yang dilakukan Dr Yeni ini terdiri dari membangun framework managemen data biodiversitas berbasis FAIR (Findable, Accessible, Interoperable, and Reusable) serta membangun arsitektur dan model komputasional berbasis Deep Learning untuk membangun DNA-based storage system.

Dr Yeni menilai Indonesia merupakan negara mega-biodiversity. Namun demikian Indonesia menghadapi ancaman biodiversitas akibat eksploitasi yang berlebihan, polusi, perubahan iklim, adanya invasive species, kebakaran hutan dan lahan dan adanya krisis ekonomi dan politik. Salah satu upaya untuk melestarikan kekayaan biodiversitas Indonesia adalah mengelola data biodiversitas dengan baik sehingga analisis data untuk keperluan konservasi biodiversitas dapat mudah dilakukan.

Lebih lanjut ia menyampaikan teknologi AI, machine learning dan sains data saat ini sangat potensial untuk melakukan analisis data. Biodiversity Informatics adalah salah satu bidang ilmu yang banyak menggunakan AI dan Machine Learning untuk mengelola dan menganalisis data biodiversitas.

“Jumlah data dan informasi yang melimpah memberikan tantangan kepada kita untuk membuat teknologi penyimpanan data yang efektif dan efisien. DNA-based storage system merupakan salah satu teknologi bio-computing yang bisa menjadi andalan di masa depan,” imbuh Pakar Computational Intelligence IPB University ini.

Ia berharap dari kegiatan ini dapat membangun dan memperkuat kerjasama penelitian dalam bidang biodiversitas, membangun jejaring baru dalam kerjasama penelitian sehingga keanekaragaman hayati di Indonesia dapat dilestarikan dengan baik.

 

 

 

 

 

(ipb/rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here