Disaster Academy dan IMI Gelar Workshop P3K Bagi Pegiat Motor Trail

  • Bagikan

Cijeruk, BogorUpdate.com
Berawal dari kehadiran Disaster Academy (DA) sebagai salah satu lembaga yang concern pada migitasi kebencanaan atau pengurangan resiko bencana dan pertolongan pertama pada kecelakaan melalui program-programnya yang bersinergi dengan beragam komunitas, termasuk yang pada Minggu (1/8/21) dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Bogor.

Pada kesempatan ini, DA dan IMI menggelar workshop pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) terhadap para penggiat motor Trail di kawasan Bogor Selatan. “Program ini tentunya sangat penting diberikan pada penggiat motor Trail, karena sangat rentan dengan kecelakaan yang beragam ketika mengarugi jalur yang tidak biasa,” ujar Dudi Mulyadi selaku Sekretaris IMI Kabupaten Bogor.

Hal senada juga diungkapkan H. Unang Rusnadi sebagai Ketua Disaster Academy sebagai penggagas acara yang mengambil tema “Semua Bisa Menjadi Penolong” yang digelar di D’Hary Garasi Café Cicurug ini.

“Pada dasarnya semua penggiat motor trail tahu mengenai dinamika dan konsekuensi dari olahraga ini, tetapi secara detail mungkin belum faham ketika teman sesamanya mengalami kecelakaan,” ujarnya.

Lebih lanjut H. Unang mengatakan jika sebagai penggiat motor trail, sangat banyak resiko yang mengintai, dari mulai lecet, patah tulang, kehabisan nafas hingga nyawa yang melayang karena medan yang tidak bisa di prediksi. “Oleh karena itu kami membekali para penggiat motor trail ini dari hal-hal yang sangat mendasar,” ujarnya.

Sementara itu, Hari Priatna selaku pemateri membeberkan materi mengenai Ris Management dan antisipai pertolongan nya dalam kegiatan motor Trail, hingga bermacam mitigasi bencana dari mulai yang terendah seperti luka tergores, patah tulang, pendarahan, kecapean hingga pingsan.

“Banyak sekali yang harus diperhatikan, terutama saat kondisi tubuh ketika akan melaksanakan aktivitas agar tidak memaksakan karena medannya berat,” ujarnya.

Para riders sebenarnya sudah paham walaupun terkadang kurang prepare hingga minimnya alat medis yang dibawa ketika akan melakukan aktivitas ini, termasuk cara penanganan hal yang tidak dinginkan ketika di area hutan dan lainnya.

“Para raider biasanya paham mengenai mesin motornya ketika terjadi kendala tetapi ketika ada salah satu temannya ada yang terkendala, biasanya mereka bingung untuk mengambil tindakan medis yang tepat,” bebernya.

Pada kesempatan tersebut H. Oka selaku penggiat motor trail senior dan ketua Liars Club menambahkan bahwa pada dasarnya para penggiat hobi motor trail ini sering mengindahkan hal-hal detail tersebut walaupun sebenarnya mereha paham mengenai pentingnya alat P3K dan penangananya.

“Makanya saya harapkan seluruh penggiat motor trail juga melengkapi dirinya dengan pengetahuan ini,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

(Sep P/Bing)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.