Disaksikan Pendamping Desa, Tangkil Realisasikan DD Tahap 1 Untuk Infrastruktur

0
59

Citeureup, BogorUpdate.com
Melalui pemanfaatan anggaran Dana Desa (DD) 2020 tahap pertama, Pemerintah desa (Pemdes) Tangkil, Kecamatan Citeureup kembali melaksanakan kegiatan program pembangunan jalan rabat beton. Pembangunan infrastruktur tahap pertama tersebut, direalisasikan di Empat titik dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp.60.050.000,-

Pembangunan jalan rabat beton ini dikerjakan, tidak menggangu penanganan pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah desa (Pemdes) Tangkil, karena telah melakukan antisispasi sejak awal langkah-langkah yang rapi dan terstruktur dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kucuran DD 2020 tahap pertama yang cair, selain untuk penangan covid-19 juga kita manfaatkan untuk program pembangunan infrastruktur jalan rabat beton maupun drainase yang ada di Empat titik,” kata Sekdes Tangkil Baehakhi, yang didampingi pendamping desa kepada bogorupdate.com, Kamis (18/06/2020).

Empat titik yang dalam pengerjaan ini, diantaranya pada (1)Perbaikan jalan desa Volume P 150 meter x L 2,5 Meter x T 0, 5 meter anggaran Rp.19.250.000,-(2)Pelebaran jalan desa RT 2 RW 2 dengan Volume P 90 x L 1 meter x T 0,05 meter anggaran Rp.12.300.000,-
(3)Drainase RT RW 2 dengan volume P 50 meter Rp.10.000.000,-
(4)Pembangunan Jalan desa RT 5 RW 2 dengan volume P 90 meter x 2 meter x 0,10 centi meter Rp.18.500.000,-

“Pada kucuran DD tahap pertama untuk realisasi infrastruktur sebesar Rp.60.050.000,- ini, kami manfaatkan untuk mengebut pembangunan fisik jalan rabat beton maupun drainase. Sebab, sedang ini juga bagian dari kebutuhkan masyarakat,” tambah Baehakhi.

Pembangunan rabat beton yang dikerjakan ini, Kata Baehakhi, adalah salah satu APBDes 2020 yang sebelumnya sudah dilakukan Musyawarah dusun (Musdus) dan dilanjutkan ke Musyawarah desa (Musdes).

“Maka saat ini, tinggal melaksanakan pembangunannya saja,” bebernya.

Dalam membangun jalan rabat beton ini, kata Lanjut Baehakhi, pihaknya tetap mengedepankan program padat karya. Artinya, masyarakat desa yang mengerjakan pengecoran jalan hingga bahan material yang digunakan untuk pembangunan rabat beton, dan dibantu oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa dan pendamping desa.

“Jalan rabat beton ini kami kerjakan menerapkan mutu kualitas sesuai petunjuk yang sudah ada, maka kami melaksanakan pengerjaannya juga tetap diutamakan program padat karya,” tukasnya. (Asep Bucek)

 

 

 

 

Editor : Endi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here