Diduga Langgar UU ITE, GAMKI Cabang Bogor Laporkan BEM FISIB Unpak

  • Bagikan

Postingan BEM FISIB Unpak di akun Instagram

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Bogor, resmi melaporkan akun media sosial BEM FISIB Universitas Pakuan (Unpak) atas dugaan pelanggaran UU ITE ke Polresta Bogor Kota. Hal tersebut disampaikan wakil ketua GAMKI Cabang Bogor, Anto Siburian melalui keterangan tertulisnya kepada BogorUpdate.com, Rabu (25/8/21).

Anto Siburian mengatakan, pelaporan dilakukan pada Selasa (24/08/21) malam, bersama dengan badan pengurus GAMKI Cabang Bogor lainnya.

Anto Siburian mengungkapkan, hal ini bermula dari postingan akun dengan username bemfisib_unpak di Instagram pada Senin (23/08/21) berupa gambar yang terkait dengan lukisan suatu agama dan kemudian mengedit lukisan asli tersebut.

“Itu merupakan lukisan perjamuan kudus Tuhan Yesus bersama kedua belas muridnya. Saya rasa bukan hal bijak menjadikan lukisan tersebut sebagai flyer pengenalan mahasiswa baru FISIB Universitas Pakuan. Ditambah lagi lukisan tersebut justru di edit menjadi kurang pantas,” tegas Anto sapaan akrabnya itu.

Masih kata Anto melanjutkan, apalagi ketika karakter Tuhan Yesus pada lukisan tersebut kemudian diganti wajahnya dengan logo Orang Tua (OT), yang biasa di temukan pada minuman-minuman alkohol anggur merah.

“Bagaimana mungkin sekelas lembaga BEM bisa melakukan hal sefatal ini. Bagi saya, ini blunder yang sangat memalukan sekaligus mengecewakan,” kesalnya.

Postingan tersebut diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 UU ITE yang berbunyi “Setiap orang dilarang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Atas laporan tersebut Anto Siburian, mengharapkan dapat menimbulkan efek jera untuk para terduga.

“Kami berharap Polresta Bogor Kota bisa segera melakukan penyelidikan sampai penyidikan kepada terduga pelaku yang telah memposting secara sembarangan,” harapnya.

“Semoga hal ini tidak berulang dan sampai melukai hati umat-umat beragama di Indonesia,” tandasnya. (bu)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.