Dewan Minta DLH Tindak Tegas PT Fresh On Time Seafood

0
281

Foto Emak-emak saat geruduk PT. Fresh on Time Seafood, Senin (14/6/21).

Klapanunggal, BogorUpdate.com
Menanggapi keluhan warga yang mencium bau tak sedap akibat limbah yang dibuang opeh PT Fresh On Time Seafood di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor berikan tindakan tegas.

“Apalagi kejadiannya sudah beberapa kali. Saya harap DLH menangani permasalahan ini dengan serius, mohon diproses sesuai dengan penegakan aturan dan hukum yang berlaku,” tegasnya kepada Bogorupdate.com, Senin (14/6/21).

Pria yang akrab disapa Fathoni ini meminta agar masyarakat yang merasakan dampak dari baunya limbah yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut membuat laporan agar secepetnya ditindak oleh intansi terkait.

“Kepada masyarakat, terutama Pemerintah Desa Kembang Kuning agar bisa dibuat laporan lengkap secara tertulis. Sehingga, lebih mudah ditindaklanjuti dan saya meminta agar DLH dengan serius menangani dan harus ada tindakan tegas,” paparnya.

Sebelumnya, Puluhan Emak-emak geruduk PT. Fresh on Time Seafood yang berada di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, lantaran limbah cair yang dikeluarkan perusahaan kealiran pembuangan itu mengganggu pernafasan warga karena mengeluarkan bau tidak sedap.

Lia, salah satu warga RW. 05 Desa Kembang Kuning, menyatakan, Perusahaan yang mengolah ikan menjadi makanan siap saji ini membuang limbah kealiran pembuangan dengan mengeluarkan bau tidak sedap. Bahkan bau yang ditimbulkan itu sudah berjalan selama satu Bulan.

“Intinya baunya yang menyengat itu menyesakan warga. Bau tak sedap dari perusahaan ini bisa sampe 24 jam gak berhenti-henti,” ucapnya kepada Bogorupdate.com, Senin (14/06/21).

Menurut Lia, bau tak sedap ini amat mengganggu untuk kesehatan warga sekitar, terutama anak-anak. “Karena bau, banyak anak-anak yang tiba-tiba batuk, asma gitu pak,” tuturnya.

Lebih lanjut, Lia dan warga Desa Kembang Kuning yang berada di sekitar perusahaan meminta, agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.

“Bau ini tercium semenjak Perusahaan produksi, Baunya kadang ada kadang ilang, sekalinya ada pasti bau banget,” pungkasnya.

Sementara ini, Haji Denny, Bhabinkamtibmas Desa Kembang Kuning yang ada di lokasi berujar, pada intinya dari pihak warga hanya meminta tidak ada lagi bau yang terus berulang seperti ini. “Tadi ada beberapa bapak-bapak menyampaikan keinginan warga hanya tidak adanya bau,” ujarnya.

Mendapatkan sedikit informasi dari warga, menurut Denny, limbah-limbah hasil produksi masih di tumpuk dan tidak cepat diolah. “Untuk menyelesaikan hal ini, besok akan ada pertemuan perusahaan dan Pemerintah Desa (Pemdes) Kembang Kuning,” jelasnya.

Sesuai permintaan warga, lanjut Denny, besok akan pihak Perusahaan dan Pemdes akan mencoba untuk memecahkan permasalahan bau ini yang muncul terus-menerus.

“Warga meminta adanya kesepakatan tertulis antara perusahaan dan pemdes supaya tidak ada lagi bau yang membuat warga terganggu, dan tadi RT RW sudah bertemu pihak perusahaan dan akan menyelesaikan permasalahan ini besok,” pungkasnya.

 

 

 

 

(Jis/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here