Dewan Komisi 3 Sidak Jalan Cisarua-Malasari, Temukan 800 Meter Tidak Dikerjakan

0
296

Aan Triana Almuharom, Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor

Nanggung, BogorUpdate.com
Ketidak beresan pembangunan Jalan Cibeber Cisarua-Malasari yang dikerjakan pihak ketiga PT. Dolven Seventy di wilayah Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor menjadi pembahasan serius setelah Komisi 3, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Jalan yang baru selesai tersebut.

Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Aan Triana Almuharom mengatakan, bahwa hasil yang kita dapat dari peninjauan dan survei yang kita lakukan bersama dengan anggota Komisi 3 dilapangan, secara kasat mata bangunan hotmix jalan Cibeber, Cisarua Malasari tersebut tidak beres pengerjaannya.

“Ini jelas ga beres, fakta dilapangan setelah diperiksa dan kami temukan bahwa ketebalan jalan yang seharusnya 5 centi meter, namun kenyataan nya ketebalan jalan yang dikerjakan pemborong tidak sesuai, hanya 3 centi meter,” beber Aan kepada wartawan, Selasa (19/1/21).

Selain tidak beresnya pekerjaan pemborong ini, kata Aan volume bangunan jalan yang dikerjakan oleh PT Dolven Sefenty masih ada sisa pekerjaan sepanjang 800 meter lagi itu tidak dikerjakan. Anggaran sebesar Rp 4.280. 386.000. (4 Miliar lebih) itu seharusnya sisa 800 meter itu dikerjakan, dan targetnya memang harus sampe selesai.

Kami sudah tanyakan ke pihak UPT, namun dengan berbagai alasan yang disampaikan pihak UPT, bahwa ada kejadian-kejadian yang memang di luar dugaan, seperti pasca bencana alam.

“Ini kan perencanaannya di tahun 2019 sedangkan 2020 awal terjadi bencana sehingga ada exsisting yang memang harus di lengkapi, ketika ada pengurangan volume kurang lebih 800 meter, itu harus jelas kemana pengalihan anggarannya,” tegasnya.

Lanjut Aan, PHO pada bangunan jalan Cibeber Cisarua-Malasari sudah selesai, akan tetapi ini yang jadi pertanyaan, sehingga masyarakat tidak puas.

“Nah ini sedang kita gali, kami tadi berasumsi dengan temen-temen komisi 3 untuk melakukan rapat dengar pendapat atau pemanggilan terhadap penyedia kaitan dengan jalan ini,” ungkapnya.

Aan menjelaskan, disini ada temuan sekitar 800 meter yang tidak dilaksanakan, sekalipun memang tadi bicara legal standing itu sudah memenuhi syarat dan harus di cek datanya satu per satu. “Tapi paling tidak kunjungan kita hari ini ingin memastikan. Kedepan kalau memang sesuai adendum berdasarkan cek di lapangan kita akan anggarkan lagi untuk sampai tembus sesuai dengan STA dari awal,” jelasnya.

“Kami akan mendorong, karena pembuat kebijakan anggaran adalah DPRD, maka di tahun ini harus masuk, apakah di perubahan anggaran nanti, sehingga pembangunan jalannya tidak ada lagi yang dikurangi dan bisa dinikmati oleh masyarakat desa Cisarua dan Malasari,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

(Gus/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here