Demi Proyek Alun-Alun Kota Bogor, Disperumkim Tebang Puluhan Pohon

  • Bagikan

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Pengerjaan proyek Alun-Alun Kota Bogor di lahan eks Taman Topi atau Taman Ade Irma Suryani yang menelan biaya Rp13,6 miliar itu mengorbankan sedikitnya 31 pohon yang ada didalamnya.

Seperti diketahui, bahwa proyek yang digadang-gadang akan terintegritas dengan Masjid Agung itu didanai dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Provinsi Jawa Barat sebesar Rp13 Miliar dengan Pengguna Anggaran (PA) Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim).

Kepala Bidang Pertamanan, Penerangan Jalan Umum dan Dekorasi Kota Disperumkim Kota Bogor, Irfan Zacky Faizal membenarkan bahwa untuk existing pohon yang ditebang sesuai hasil kajian tim sebanyak 31 pohon. Namun sisanya dipertahankan terutama pohon-pohon besar.

“Yang kita tebang di atas 50 persen semua tingkat kroposnya. Untuk pohon yang ditanam nanti ada sekitar 240an lebih dari berbagai jenis pohon,” ungkap Irfan beberapa waktu lalu.

Tapi lanjut Irfan, untuk penanaman pohon nanti akan lihat lagi tingkat kerapatannya, karena kalau terlalu rapat nanti tidak bagus juga untuk pemeliharaan kedepannya.

“Intinya kita rencanakan akan kembali ditanam sekitar 200 an lebih pohon berbagai jenis,” ungkapnya.

Sesuai kontrak proyek alun-alun Kota Bogor di lahan eks Taman Topi/Taman Ade Irma Suryani harus selesai 7 Desember 2021, namun progres pengerjaanya saat ini baru mencapai 29 persen.

Sementara Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Kadisperumkim) RR Juniarti Estiningsih menjelaskan, progres 29 persen ini meliputi semua segmen yang mana alun-alun ini terbagi dalam empat zona yakni zona religi, zona plaza, zona jogging track, dan zona botani atau hutan kota.

“Kita setiap minggu ada evaluasi terkait progres. Nantinya akan menjadi kesatuan yang terintegrasi dengan Stasiun Bogor dan Masjid Agung,” jelasnya.

Hal itu juga mendapat sorotan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor Atang Trisnanto. Dia berjanji bakal mengecek langsung kondisi tersebut.

Pria yang bergelar sarjana Kehutanan di IPB itu mengaku, saat groundbreaking proyek Alun-Alun itu beberapa waktu lalu, pihaknya menanyakan serta memastikan berapa jumlah pohon yang ditebang ke Disperumkim.

“Berapa yang ditebang, berapa yang dipertahakan. Saat itu kami menerima argumentasi bahwa pohon yang ditebang adalah pohon yang secara kualitas atau kondisi sudah layak ditebang, keropos dan lainnya. Sementara yang lain tetap dipertahankan,” tegasnya.

Menurut Atang, juga ada janji dari penyelenggara anggaran bahwa pohon yang ditebang itu akan diganti. Ditegaskan Atang, jangan sampai pembangunan fisik tersebut mengakibatkan rencana konservasi yang direncanakan jadi nafas Kota Bogor sebagai Kota Taman, malah terganggu.

“Nanti akan kita coba cek lagi, jangan sampai nanti pembangunan fisik ini juga mengakibatkan rencana konseravasi yang jadi nafas Kota Bogor, Kota Taman, itu terganggu. Dan harus kita pastikan kalau tidak dilaukan sekarang, harus segera dilakukan,” tandas Politisi PKS itu.

Penulis: AsEditor: Bing
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.