Ciptakan Kapal Ramah Lingkungan, Dua Mahasiswa IPB Ini Raih Juara 2 Nasional

  • Bagikan

Teknologi, BogorUpdate.com
Feby Abelina dan Nur Ayu Fatimah, dua mahasiswa IPB University ini berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Esai Nasional Colossal yang dilaksanakan oleh Universitas Airlangga secara daring, Agustus lalu. Dua Mahasiswa tersebut dari Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University.

“Dalam lomba ini, kami menggagas esai berjudul MACO Boat (Magnetic Cooler Boat). Yakni kapal nelayan ramah lingkungan berbasis Magneto Hydro Dynamic dan Refrigerated Sea Water dengan sumber photovoltaic guna meningkatkan kesejahteraan nelayan di masa pandemi,” kata Feby.

Menurut Feby, Indonesia sebagai negara maritim memiliki sumberdaya alam lautan yang melimpah. Maka, di sinilah peran penting teknologi untuk memaksimalkan potensi tersebut.

“Kami berinovasi dengan menciptakan kapal berteknologi canggih yang mengintegrasikan Magneto Hydro Dynamic (MHD) dengan sumber photovoltaic dan Refrigerated Sea Water (RSW). MHD ini berfungsi sebagai tenaga pendorong dengan prinsip pergerakan dinamis dari penghantar listrik fluida dengan pengaruh medan magnetik di sekelilingnya,” jelas Feby.

Sumber tenaga kapal diperoleh dengan memanfaatkan photovotaic untuk mendukung penggunaan energi yang ramah lingkungan dan terbarukan serta lebih ekonomis dari segi biaya operasional. Guna menjaga kesegaran hasil tangkapan dan mengurangi risiko beban kapal akibat penggunaan batu es, MACO Boat mengaplikasikan RSW. RSW ini menjadi penampung hasil tangkapan yang bernilai ekonomis, mampu menjaga kualitas tangkapan yang lebih tinggi, volume yang besar dan aman. RSW memanfaatkan air laut yang disirkulasikan dan didinginkan oleh refrigerator.

“Dalam pengimplementasian gagasan ini tentunya diperlukan peran dari pihak-pihak penting antara lain pemerintah, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, galangan kapal, investor, dan nelayan. MACO Boat ini kami harap bisa menjadi salah satu solusi dalam mempermudah aktivitas perekonomian para nelayan dalam penangkapan ikan dan sumberdaya laut lainnya sehingga kehidupan nelayan lebih sejahtera di masa pandemi,” tambah Ayu.

Feby dan Ayu merasa sangat senang karena sebelumnya mereka telah mengikuti banyak perlombaan tetapi belum menjadi pemenang. Terlebih persaingan di perlombaan kali ini cukup ketat dibandingkan lomba esai yang pernah mereka ikuti bersama sebelumnya.

“Saya juga sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan dalam berproses dan memberikan kesempatan sebagai juara kepada kami. Senang juga bisa kenal dan dekat dengan Feby karena seru banget dan cocok jadi partner lomba kepenulisan ilmiah. Semangat selalu untuk berprestasi!,” tutup Ayu.

Penulis: Ipb/buEditor: Endi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.