BUMDes Karang Tengah Bakal Fokus di Pertanian, Begini Penjelasan Wiji

0
41

Babakan Madang, BogorUpdate.com
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki desa melalui penyertaan modal langsung yang berasal dari kekayaan desa serta merta untuk kesejahteraan masyarakat desa.

Hari ini, Selasa (08/06/2021), Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendorong terciptanya lebih banyak BUMDes yang berorientasi ekspor.

Peluang ini akan menjadi pemicu gairah bagi pengelolaan BUMDes sebagai lembaga digadang-gadang memiliki potensi dalam mendorong terciptanya peningkatan kesejahteraan dengan cara menciptakan produktivitas ekonomi bagi desa dengan berdasar pada ragam potensi yang dimiliki desa.

Salah satunya, anggota BUMDes Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Wiji Suparno, mengaku kabar adanya dukungan Kemendes PDTT itu akan membawa angin segar bagi para pelaku usaha di tingkat pedesaan.

“Nanti, apabila saya jadi pindah ke unit pertanian akan menggiatkan hasil produksi pertanian dan perkebunan, seperti kopi dan lainnya, supaya bisa ditingkatkan kualitas dan kuantitas kelayapan ekspor,” ucapnya.

Saat ini, Wiji Suparno masih mengemban Ketua Unit Wisata BUMDes Karang Tengah. Ia pun harus menyelesaikan programnya, terlebih lagi sejak Ketua BUMDes Karang Tengah meninggal dunia tengah dipersiapkan penggantinya dengan steuktur baru oleh pihak Desa.

“Belum turun SK-nya, kalau Calon sudah dipanggil dan di Musdes, tapi SK belum. Jadi, untuk sementara ini kami masih terus menjalankan program lama. Nanti, setelah laporan SK turun barulah program yang baru digulirkan dan saya akan fokus di unit pertanian,” ucapnya melalui pesan singkat.

Menurutnya sejak terbentuk BUMDes, program pada tahun pertama telah dilakukan pembenahan administrasi dan telah meraih penilaian di tingkat kabupaten. “Karena BUMDes Karang Tengah di dampingi oleh Dosen Pakuan,” sambungnya.

Ia pun mengungkapkan di unit wisata, BUMDes Karang Tengah telah melakukan kerjasama dengan sejumlah pihak dalam pengelolaan obyek wisata alam yang diantaranya, Leuwi Asih, Pemandian Air panas Kawah Merah, serta sejumlah vila dan penginapan komersil.

“Kerjasama ini sudah ditindak lanjuti dan di laporkan kepada pihak Kecamatan termasuk perjanjian kerjasamanya. Juga diketahui oleh Pendamping Bumdes Tingkat Kecamatan, bahkan tingkat kabupaten juga tahu dari hasil administrasi laporan pertanggung jawaban,” kata Wiji Suparno.

Terkait tempat wisata yang belum mengantongi ijin, pihaknya menolak melakukan kerjasama atas dasar berbagai pertimbangan hasil musyawarah pengurus BUMDes Karang Tengah. Salah satunya adalah tempat wisata Leuwikunten yang memanfaatkan aliran sungai.

“Kenapa Leuwikunten mau merapat ga langsung respon, karena jadi pembicaraan wisata tengah air yang berbahaya. Di tingkat kecamatan dan desa pernah dapat surat untuk menegur itu yang jadi pertimbangan tapi juga kemungkinan bisa merapat karena memperhatikan beberapa hal,” tutupnya.

 

 

 

 

 

(Asep Bck/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here