Buang Bayi, Akhirnya ES Ditangkap Polisi

0
61

Foto ilustrasi buang bayi (Net)

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Jajaran Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Bogor Utara berhasil menangkap ES (33) terduga pelaku yang membuang jasad bayi perempuan di Perumahan PDK, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Kapolsek Bogor Utara, Kompol Ilot Juanda mengatakan pelaku merupakan Warga Cigudeg, Kabupaten Bogor dan bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Ciparigi. ES ditangkap, Kamis (12/11/20) setelah pihaknya melihat rekaman CCTV warga disekitar lokasi kejadian.

Kapolsek menuturkan, bahwa pelaku mengaku memiliki hubungan gelap dengan seorang asal Jakarta sejak Januari 2020 lalu. Dan janin bayi yang dibuangnya merupakan hasil dari hubungan gelapnya dengan seorang pria yang berinisial RHT.

“Mereka berpacaran dengan RHT selama lima bulan, terhitung dari mulai Januari 2020 sampai dengan Mei 2020,” ujarnya di Mapolsek Bogor Utara kemarin.

Dia melanjutkan, selama berpacaran dengan RHT, ES mengaku jika setiap hari Minggu RHT sering menjemput ES di rumah kontrakannya yang terletak di Ciparigi.Kemudian mereka pergi menuju kediaman RHT yang berada di daerah Cijeruk. “Di rumah RHT, mereka melakukan hubungan badan setiap hari Minggu,” jelasnya.

Namun, setelah lima bulan berpacaran ES akhirnya berpisah dengan RHT di bulan Mei 2020. Dan setelah putus ES baru menyadari bahwa dirinya tengah hamil sekitar bulan Juli.

Masih kata Kapolsek, selama masa kehamilan, pelaku sengaja merahasiakan kehamilannya kepada siapa pun, termasuk mantan kekasihnya. Sekitar bulan November, tepatnya tanggal 7 November 2020 pukul 08.00 WIB ES mengalami rasa sakit di perutnya.

Ia pun meminta sang ayah untuk membelikan obat lambung. Setelah meminum 1 sendok makan obat lambung itu, rasa sakit ES malah semakin menjadi.

“Bayi tersebut keluar dan jatuh ke Closet. Kemudian ES mengangkat janin tersebut dan membersihkannya, ES melakukan persalinan tanpa dibantu siapapun dan tanpa diketahui oleh siapapun,” ujarnya.

Setelah melakukan persalinan seorang diri, janin bayinya itu dibungkus plastik dan diamankan dilemari baju yang berada dikamar. ES sempat menyimpan Janin bayi tersebut selama 3 hari, kemudian pada Selasa, 10 November 2020 ES membuang Janin bayi tersebut di selokan.

“Keesokan harinya pada Rabu (11/11/20), jasad bayi yang dibuang olehnya akhirnya ditemukan oleh warga,” tandas dia.

Sebelumnya, warga Perumahan PDK digegerkan dengan adanya jasad mayat bayi perempuan yang ditemukan sudah membusuk, Rabu (11/11/20).

Jasad bayi tersebut pertama kali ditemukan anak-anak yang sedang bermain sekira pukul 14.00 WIB. Ketika itu, mereka mencium bau busuk dari kardus di pinggir jalan. “Jadi tadi itu ada anak-anak lagi main, mereka nyium bau busuk dari kardus. Pas dilihat isinya ada mayat bayi,” ujar Paur Subbag Humas Polresta Bogor Kota Ipda Rachmat Gumilar.

Hasil olah tempat kejadian sementara, mayat tersebut masih berusia 7-8 bulan kandungan dengan kondisi terbungkus plastik dan kardus. Diduga, bayi itu korban aborsi oleh orangtuanya dan sengaja dibuang. “Masih janin, diduga korban hasil aborsi,” tambahnya.

Menurut Rahmat, jasad mayat bayi tersebut langaung dibawa ke RSUD Kota Bogor untuk kepentingan outopsi. Polisi sedang melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan orangtua bayi maupun pihak lain yang terlibat dalam kasus ini.

“Sekarang mayatnya sudah dibawa ke rumah sakit. Kami masih kumpulkan bukti-bukti dan saksi untuk mencari orangtua atau yang terlibat,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

(As/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here