BPN Bersama Bupati Serahkan Sertifikat Redis Untuk 3 Desa di Cigudeg

0
27

Cigudeg, BogorUpdate.com
Kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bogor kembali melakukan penyerahan Sertifikat Redis dan Relokasi Bencana Alam Tahun 2017 untuk tiga Desa di Kecamatan Cigudeg. Penyerahan sertifikat ini berlangsung di Kantor Kecamatan Cigudeg, Pada Senin (6/7/2020).

Relokasi merupakan gagasan untuk menata ulang lokasi pemukiman di sekitar wilayah yang rawan bencana. Menata ulang pemukiman menjadi bagian dari upaya penanggulangan bencana untuk meminimalisasi korban apabila terjadi lagi bencana di kemudian hari.

Acara ini dihadiri Bupati Bogor Ade Yasin, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan dan juga ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto. Dimana Bupati Ade yasin yang sekaligus menyerahkan sertifikat tanah hasil dari kegiatan Redistribusi Tanah.

Kepala kantor (Kakan) BPN Kabupaten Bogor, Sepyo Achanto mengatakan, redistribusi tanah merupakan bagian dari Program Reforma Agraria yang dilaksanakan untuk mengurangi ketimpangan kepemilikan tanah di Indonesia, tak terkecuali di wilayah Kabupaten Bogor.

Sertifikat tanah hasil redistribusi tanah ini, sambungnya, secara serentak diserahkan pada Senin (6/7/2020) sebanyak 581 sertifikat dengan rincian untuk masyarakat Desa Tapos, Kecamatan Tenjo sebanyak 46 sertifikat.

Kemudian Desa Setu, Kecamatan Jasinga sebanyak 300 sertifikat dan Desa Banyuwangi Kecamatan Cigudeg sebanyak 235 sertifikat. Namun demikian, mengingat kondisi saat ini yang harus tetap menjaga protokol kesehatan karena pandemi Covid-19, maka sertifikat tanah ini diberikan secara simbolis kepada 18 orang meliputi perwakilan dari 3 desa masing-masing sebanyak 6 orang.

 

Sisa sertifikat lainnya, hari ini juga dibagikan kepada seluruh penerima yang berhak di desa masing-masing tentunya dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

“Harapan kami sesuai dengan tujuan Undang-Undang Pokok Agraria, bahwa tanah yang sudah disertifikatkan dapat memberikan jaminan kepastian hukum hak atas tanah,” ujar Sepyo Achanto.

Tanah, sambungnya, dapat diwariskan kepada ahli waris sehingga memberikan ketenangan para penerima sertifikat dalam memanfaatkan dan menggunakan tanahnya.

“Serta dapat diagunkan dalam rangka permodalan guna peningkatan kegiatan usahanya yang pada akhirnya akan membawa sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tandasnya. (End/Fik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here