Borcess Murka Disebut Ada Beking, Irman Dewan Ditantang Soal Bangunan Langgar GSS

0
157

Foto Waterpark Borcess yang belum lama ini disegel Satpol PP

Rancabungur, BogorUpdate.com
Kasus yang bergulir dalam dugaan adanya aktifitas kembali milik Yayasan Ashokal Hajar dibawah naungan yayasan Muztahidin Al-Ayubi atau lebih dikenal Sekolah Bogor Center School (Borces), terus berlanjut.

Kali ini, pihak Yayasan Ashokal Hajar, Maruloh mengatakan, terkait adanya tuduhan yang membekingi di yayasan tempatnya bekerja itu merupakan tuduhan tak mendasar, seperti apa yang di sangkakan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Irman Nurcahyan.

“Tidak benar dan sangat tidak mendasar itu kalau kita ada yang bekingi saat adanya aktifitas kembali beberapa hari lalu,” kata Maruloh melalui sambungan selular miliknya, Jumat (14/11/20) kemarin.

Menurutnya, adanya aktifitas atau pengoperasian kembali wahana waterpark di tempat yayasannya itu dibangun, merupakan suatu kegiatan dalam rangka pengamanan aset milik yayasan ashokal Hajar di sebuah fasilitas penunjang berupa wahana bermain air.

“Sebenarnya itu kan aset milyaran kan perlu namanya maintenance dan perawatan, kalau tidak ada maintenance hancur lah aset kita. Irman mau nggak ganti dia milyaran rupiah, gitu kan sederhananya,” ujarnya.

Maruloh berpendapat, jika kritikan dari anggota lembaga terhormat itu merupakan hal wajar yang berupa mengingatkan ke pihak yayasanya.

“Sebenarnya bagus itu bagus dia (Irman, red) ngingetin ke kita untuk mengurus ijinnya dulu baru beroperasi,” katanya.

Ia menambahkan, dalam konteks itu yang mana Irman Nurcahyan yang berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI wilayah Bogor Utara ini memiliki sifat daya membangun dan mengingatkan kepada masyarakatnya akan sadar perijinan.

“Sebenarnya dia itu punya rasa daya membangun, istilahnya woy urus tuh ijinnya ulah berhenti. Gitu si maksudnya, pendapat saya pribadi yang dalam artian setiap proses ijin yang mesti kita tempuh harus diurus dulu baru bisa beroperasi,” sebutnya.

Namun Maruloh menyesalkan, dalam kritikan yang dilayangkan politisi partai Demokrat itu terkesan menuduh yayasannya ada pihak yang membekingi.

“Itu kan nggak bagus statemen begitu pendapat saya, karena juga seolah-olah ada pegawai yang kongkalikong kepada kami. Padahal kan nggak ada, gitu aja si,” ucapnya.

Maruloh juga membeberkan, untuk Anggota DPRD yang berangkat dari Dapil VI itu bila menguasai teritorial dapilnya coba jelaskan berapa bangunan yang melanggar Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan Garis Sempadan Sungai (GSS) disepanjang jalan raya Bantar Kambing, Kecamatan Rancabungur tersebut.

“Banyak itu kang, kenapa sekarang hanya Borcess yang disorot. Coba tanya beliau (Irman, red) berapa tanah yang masuk LP2B tahu nggak beliau,” tuturnya.

“Yang jelas jangan menutup mata, itu sekitar dia tuh banyak yang tidak berijin bahkan yang melanggar GSS (Garis Sempadan Sungai) dan KDB, coba tanyakan pak Irman biar melek dia. Artinya jangan mensorot-soroti kita saja, sementara mungkin di sekitar dia sendiri atau bangunan yang dia bangun sendiri dibangun tanpa ada ijin,” ketusnya.

Sebelumnya, Sejumlah kalangan menyoal beraktifitasnya kembali pengerjaan wahana water park (kolam renang) yang di miliki yayasan Muztahidin Al-Ayubi atau lebih dikenal dengan Yayasan Bogor Center School (Borcess). Salahsatu yang mempertanyakan hal itu adalah Irman Nurcahyan, Anggota legislatif Kabupaten Bogor.

Anehnya, proyek Borcess yang rencananya akan membangun juga water park dan sejumlah wahana permainan tersebut, telah dua kali disegel karena tidak mengantongi izin. Lebih ironis, proyek Borcess yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar ini didirikan diatas lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Irman Nurcahyan mengaku heran kalau saat ini proyek Borcess bisa jalan kembali. Pengelola yayasan bahkan seperti kebal hukum karena bisa membangun proyek besar di atas lahan bermasalah sekaligus tidak mengantongi izin.

“Itu bangunan yang sebelumnya sudah disegel hingga 2 kali oleh Satpol PP Kabupaten Bogor kenapa sekarang ada aktifitas pengerjaan lagi,” kata politisi Demokrat tersebut melalui sambungan selular, Rabu (11/11/2020).

Irman memastikan, tidak mungkin dalam tempo tiga bulan setelah disegel yayasan Muztahidin Al-Ayubi telah mengantongi seluruh izin yang disyaratkan Pemerintah Daerah.

“Nggak mungkin lah, waktu disegel yang kedua kali pada (09/7/20) lalu itu, hanya berselang seminggu langsung disidang tipiring kan di PN Cibinong, dan kini mereka sudah mengantongi seluruh perijinannya tersebut,” tegasnya.

Atas dasar itu anggota komisi I DPRD Kabupaten Bogor itu meminta kepada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, maupun dinas berwenang untuk menghentikan pembangunan proyek Borcess. Sebab kalau tidak proyek Borcess akan menjadi contoh yang buruk untuk proyek yang lain. Disisi lain, Pemda juga akan mendapat penilaian negatif karena akan ada dugan telah bermain dengan pengelola yayasan.

“Harus diberhentikan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh pihak yayasan tersebut, jangan sampai ada kegiatan apapun sebelum proses perijinannya telah ditempuh,” tandasnya.

Lebih lanjut Irman mengatakan, jangankan mengoperasikan kolam renang wahana Water park, seluruh kegiatan pembangunannya mesti dihentikan dulu sebelum ijin-ijinnya telah dikantongi. Sebab izin tidak hanya syarat formal namun dengan izin sebuah proyek akan dikaji apakah layak atau tidak dan atau aman atau tidak untuk masyarakat yang nantinya akan menggunakan fasilitas di Borcess. “Jadi jangan ngawur dan seenaknya sendiri apalagi nanti masyarakat bisa menggunakan fasilitas Borcess,” ujar Irman.

Irman juga merasa heran siapa dibalik Borcess sehingga proyek tersebut bisa jalan meski bermasalah. “Saya penasaran siapa orang yang berani membekingi yayasan itu untuk beroperasi di segala kegiatan yang ada di lingkup lahan milik yayasan itu,” tegasnya.

Irman mengungkapkan dalam waktu dekat komisi 1 akan memanggil pihak pengelola yayasan ke kantor DPRD. Pemanggilan ini untuk mempertanyakan dan menindaklanjuti persoalan perijinan yayasan terkait pembangunan proyek Borcess.

Apalagi, kata Irman, Borcess yang dari awal membangun untuk pendidikan, ternyata di dalam nya ada wahana permainan air dan dikomersilkan. “Kami akan dengan tegas menegakan peraturan dan regulasi yang ada di Kabupaten Bogor,“ ujarnya.

 

 

 

 

 

 

(Rul/Ful/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here