BNNK Bogor Bekerjasama Dengan Brimob Ringkus Tiga Pengedar Narkoba

  • Bagikan

Cibinong – Bogor Update

Pengungkapan peredaran sabu jaringan internasional dengan mengamankan kurang lebih 0,5 kilogram sabu-sabu serta beberapa paket kecil ganja. Dengan meringkus tiga orang tersangka pengedar narkoba, merupakan kerjasama BNN Kabupaten Bogor yang dibantu oleh jajaran Resimen II Pelopor (Brimob) Kedunghalang Bogor hasil dari pantauan selama 35 hari.

Komandan Resimen II Pelopor (Brimob) AKBP Abu Bakar menjelaskan, keterlibatan personelnya dalam menangkap ketiga tersangka yaitu JI, RSD dan MYN adalah membantu pihak BNNK Bogor dalam mengejar ketiga tersangka.

“Kami dari Resimen II Pelopor selalu siap untuk melakukan penangkapan segala jenis kejahatan terutama narkoba. Dan saat ini kami bekerja sama dengan BNN Kabupaten Bogor dalam pengungkapan peredaran narkoba di Bogor,” ujar Abu Bakar kepada wartawan, Selasa (05/12/17).

Dia menambahkan, kalau saat ini wilayah Bogor sudah memasuki status darurat narkoba. “Hampir semua wilayah Bogor sudah terkontaminasi oleh narkoba. Dan tingkatan penggunanya sudah tidak mengenal usia,” ungkapnya.

Kepala BNNK Bogor Nugraha Setia Budi saat konferensi Pers menerangkan, ┬ákalau saat ini sebagian besar pengguna narkoba berada pada tingkatan usia produktif (20-40 tahun). “Modus penjualan yang digunakan sebagian besar pengedar narkoba adalah dengan memanfaatkan media sosial dan penjualan secara langsung. Dan penggunanya rata-rata adalah usia produktif,” terangnya .

Masih lanjutnya, 0,5 kilogram shabu ini didapatkan dari tersangka JI alias Kojeg (54) yang merupakan jaringan pengedar internasional. “Tersangka JI kami tangkap di Restauran siap saji wilayah Yasmin Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor, dan merupakan residivis kambuhan yang keluar dari Lapas Cipinang. Dia ini merupakan salah satu dari sindikat peredaran narkoba tingkat internasional, yang diduga berasal dari Nigeria,” beber Budi pada wartawan, Selasa (05/12/17).

Selain menangkap tersangka JI, BNNK Bogor dan Resimen II Pelopor juga berhasil menciduk dua pengedar ganja yakni RSD dan MYN, dan mengamankan tujuh paket kecil ganja, 11 paket sabu-sabu serta satu alat bong. “Untuk keduanya modus operandi yang digunakan adalah membeli paket dan kemudian dipecah menjadi paket kecil. Penangkapan RSD dan MYN sendiri, kami dapatkan dari informasi yang diberikan oleh warga bahwa sedang ada transaksi narkoba di Desa Leuwungkolot Kecamatan Cibungbulang,” bebernya kembali.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka JI dijerat pasal 114 ayat 2 Junto pasal 112 ayat 2 dengan hukuman maksimal pidana mati. Sementara RSD dan MYN dijerat pasal 114 ayat 1 Junto pasal 112 ayat 1 dan Junto pasal 111 ayat 1, dengan ancaman pidana minimal 20 tahun dan maksimal seumur hidup.

Seperti diketahui, kurang lebih 0,5 kg sabu-sabu siap edar berhasil diamankan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor, yang bekerjasama dengan Resimen II Pelopor (Brimob) Kedunghalang Bogor. Yang dilaksanakan berdasarkan pengungkapan narkoba selama 23-25 November lalu.

Selain barang bukti (BB) 0,5 kilogram sabu-sabu dari tersangka JI, juga diamankan 7 paket  kecil ganja dan 11 paket kecil sabu-sabu yang didapat dari dua tersangka lain yaitu RSD dan MYN. (Rie)

 

 

Editor: Endi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.