Bima: Perayaan Natal dan Tahun Baru Dilarang

0
255

Foto ilustrasi perayaan tahun baru (Net)

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Setelah rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyepakati bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melarang perayaan natal dan tahun baru. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya, Selasa (22/12/20) di Balai Kota.

Politisi PAN itu mengaku, pihaknya sudah bersepakat dengan seluruh gereja yang ada di Kota Bogor agar menyelenggarakan ibadah hanya di malam Natal. Selain, membatasi kehadiran dan kapasitas jemaat.

“Gereja nantinya akan menentukan berapa orang yang akan diundang. Kami dan polisi sudah punya data gereja mana yang menggelar ibadah, jam berapa dan berapa orang yang akan hadir,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya bersama Forkopimda akan memperketat pengawasan terhadap tempat-tempat umum agar tak menyebabkan kerumunan. Hal itu dilakukan untuk mengawasi terjadinya kerumunan yang menyebabkan penularan virus covid-19.

“Kami akan menggelar patroli setiap hari agar tak ada kerumunan. Kita mengimbau untuk tahun ini lebih baik di rumah saja, lebih aman dan nyaman. Warga diminta membatasi kegiatan di luar. Sebab, saat ini covid tengah merayap menuju puncak,” bebernya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengamu mendukung penuh kebijakan Pemkot Bogor, mengingat jumlah penambahan kasus positif Covid-19 terus naik. Apalagi kesiapan rumah sakit sudah mulai penuh. Namun, ia mengkritisi langkah Bima Arya terkait pembatasan jam operasional toko, mall dan restoran.

“Harusnya bukan pembatasan tetapi diklasifikasi. Sebab ada toko dan restoran yang bukan pagi atau sore. Lebih baik durasi jam operasional saja. Sebab, punya segmen berbeda,” ucap Atang.

Masih kata Politisi PKS itu, dalam hal ini yang terpenting, pemerintah segera menyiapkan tempat perawatan isolasi bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) dan orang dengan gejala yang tak terlalu berat agar tak membebani tekanan rumah sakit.

“Salah satunya dengan mempercepat pembangunan rumah sakit darurat atau memesan satu hotel untuk tempat isolasi. Anggaran dari pusat sudah disediakan kisaran Rp5 hingga Rp15 miliar,” tandasnya.

 

 

 

 

 

 

(As/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here