Begini Kata Camat Babakan Madang Terkait Netralitas RT RW Dalam Pilkades

0
265

Foto Camat Babakan Madang, Cecep Imam Nagarasyid

Babakan Madang, BogorUpdate.com
Perhelatan Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 88 desa se-Kabupaten Bogor yang bakal digelar 20 Desember 2020 mendatang nampaknya sudah mulai memanas. Seperti di Wilayah Kecamatan Babakan Madang ada Tiga desa yang mengikuti pilkades tahun ini, yang diantaranya Desa Cipambuan, Desa Sumur Batu dan Desa Cijayanti.

Sejumlah calon kepala desa mulai bergerilya mendekati masyarakat bahkan ketua RT sekalipun. Para calon kades pun sudah banyak yang tebar pesona melalui baliho atau alat peraga kampanye yang dipasang di sudut keramaian kampung dan desa.

Camat Babakan Madang Cecep Imam Nagarasyid menghimbau kepada aparatur desa mulai dari stap desa, BPD, Panitia Pilkades, RT RW, Kadus, yang ingin menjadi tim sukses harus mengundurkan diri diatas materei.

“Dari awal sudah dijelaskan dalam pembentukan panitia desa dan pembentukan KPPS, diwajibkan kepada aparatur desa untuk membuat pilihan mundur atau tetap menjalankan tupoksinya,” terang Cecep kepada wartawan, kamis (10/12/2020).

Namun jika pihak Aparatur desa hingga RT RW tidak mengambil sikap yang jelas, maka sudah tentu ada sanksi yang menanti jika adanya pelanggaran.

“Sanksinya penjabat pasti akan menegur, sanksi sosial dari masyatakat sudah pasti akan di cemoohkan dan pihak panitia atau pejabat pastinya akan melakukan langkah tegas nantinya,” tutupnya.

Hal yang sama dikatakan PJ Kades Cipambuan Supardi menghimbau kepada perangkat desa maupun RT RW agar bersikap netral tidak terlibat dalam politik praktis.

“Setiap ada acara rapat, saya selalu menekankan kepada para perangkat Desa seperti BPD, LPM, RT RW, kader PKK posyandu, linmas, panitia dan KPPS agar netral dalam pelaksanaan Pilkades ini,” terangnya.

Dijelaskan Supardi, dari etika pemerintahan bisa menempatkan diri untuk menjaga kondusifitas di lingkungannya masing-masing dengan jalan bersikap netral.

Meski sikap politik netral katanya, tetapi sebagai warga negara Indonesia, ketua RT dan RW tetap mempunyai hak pilih untuk menyalurkan aspirasinya kepada salah satu kandidat.

“Netralitas RT dan RT ditambahkan dirasa sangat penting karena RT jangan condong ke salah satu kandidat tetapi harus menjadi penengah di antara sejumlah kepentingan politik yang beragam,” tukasnya.

 

 

 

 

 

(cek/bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here