Asep Mulyana: Koperasi Palomak Belum Miliki Legalitas Kantor Cabang di Kabupaten Bogor

  • Bagikan

Asep Mulyana, Kepala Dinas koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor

Cibinong, BogorUpdate.com
Menanggapi keluhan warga Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor terkait adanya dugaan lintah darat berkedok Koperasi, Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor angkat suara, Selasa (31/08/21).

Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, Asep Mulyana menegaskan jika Koperasi Palomak Artha Mas belum memiliki legalitas sebagai kantor cabang di Kabupaten Bogor.

“Koperasinya berlegalitas primer nasional, karena keanggotaannya bukan cuma di Kabupaten Bogor, tapi dia belum mendaftarkan legalitas untuk kantor cabangnya yang ada di Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Menurutnya, Koperasi Palomak Artha Mas Belum dapat menunjukkan legalitas yang dimiliki kepada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor. “Baru melampirkan pengesahan akta saja,” ucapnya.

Adapun data yang diketahui untuk Koperasi Palomak Artha Mas, lanjut Asep, usahanya adalah simpan pinjam, perdagangan dan jasa.

“Kalo simpan pinjam kan terbatas ke anggota saja, jika dia meminjamkan keluar anggota berarti kan dia harus punya perizinan lain minimal perbankan/OJK,” lanjutnya.

Menurut Asep, untuk sistem pembungaan simpan pinjam di koperasi itu tergantung dengan kemufakatan anggota yang tertuang di Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Simpan pinjamnya itu dengan anggota, jadi perhitungan kelebihannya itu disepakati melalui AD/ART,” tuturnya.

Dengan belum lengkapnya legalitas yang diserahkan Koperasi Palomak Artha Mas kepada Dinas Koperasi dan UKM membuat Kadis ini akan melakukan pendataan dan juga pemeriksaan terhadap Koperasi yang sedang disorot dibilangan Kecamatan Cileungsi tersebut.

“Saya diperintah langsung pak Sekretaris Daerah (Sekda) untuk menelusuri Koperasi palomak Artha mas ini, nanti kalo kita sudah melakukan pendataan, pengawasan, dan saat tinggal pemeriksaan maka akan kita tindaklanjuti ke kementerian koperasi UKM melalui dinas koperasi Jawa Barat,” paparnya.

Asep pun amat menyayangkan dengan adanya penahanan dokumen asli seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Ijazah hingga surat nikah yang dilakukan oleh Koperasi Palomak Artha Mas ini.

“Itukan dokumen berharga yang melekat dengan pribadi seseorang, ya kaitannya apa dukumen itu dengan piutang? Kalo dokumen surat tanah/mobil mungkin bisa. Jadi sekali lagi koperasi itu hubungannya dengan anggota, jadi saya rasa gak perlu dokumen sepenting itu ditahan,” pungkasnya.

 

 

 

 

(Ca/Jis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.