Anugerah Pajak Daerah Tahun 2020, Pemkab Bogor Tebar Penghargaan

0
95

Ciawi, BogorUpdate.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memberikan penghargaan kepada wajib pajak yang telah membayar pajak terbesar dan tepat waktu sebanyak 29 wajib pajak, penghargaan kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang telah memberikan kontribusi BPHTB terbesar pada tahun pajak 2019.

Selanjutnya juga penghargaan yang diberikan kepada Desa / Kelurahan yang memberikan rekomendasi penerimaan pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan di Kabupaten Bogor serta yang telah melunasi pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan buku I tahun pajak 2019 dan 2020, bagi kelurahan terdapat 1 kelurahan sedangkan desa terdapat 49 desa. Penghargaan juga diberikan kepada instansi instansi yang telah berkontribusi dalam mendukung optimalisasi penerimaan pendapatan daerah dan penghargaan kepada organisasi pengusaha perhotelan dan restoran.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Bogor, Ade Yasin memberikan secara langsung kepada penerima penghargaan pada acara Anugerah Pajak Daerah tahun 2020, bertempat di Vimala Ballroom Hotel Pullman Ciawi, pada Selasa (8/12/20).

Dalam krisisnya, Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan bahwa jika melihat kecenderungan beberapa tahun kebelakang Kabupaten Bogor boleh berbangga, berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pendapatan daerah Kabupaten Bogor termasuk tertinggi di atas rata-rata nasional

“Tahun 2018 pendapatan daerah Kabupaten Bogor termasuk 16 terbesar nasional, nomor 2 untuk tingkat kabupaten / kota dan nomor 1 untuk tingkat kabupaten. Kontribusi PAD terhadap APBD Kabupaten Bogor sebesar 38,28 persen atau di atas rata-rata nasional 15,5 persen. Sedangkan kontribusi kontribusi pajak terhadap PAD sebesar 70,47 persen atau jauh diatas rata nasional 47,6 persen,” katanya.

Masih dikatakan Ade, tercapainya target pajak daerah tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya para wajib pajak. Karenanya, pajak tepat pajak terima kasih kepada para wajib pajak yang membayar pajak tepat waktu dan tepat jumlah.

“Pajak anda untuk membangun Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Melalui Bappenda, sambungnya, ada 10 jenis pajak daerah. Bahkan, berkat kinerja yang baik dari jajaran Bappenda Kabupaten Bogor selalu mencapai target serta menunjukan kecenderungan meningkat, kecuali tahun ini mengalami penurunan akibat dampak pandemi.

“Saya perintahkan Bappenda untuk terus meningkatkan dan memperluas jangkauan pelayanan, terus berinovasi dan memudahkan pelayanan kepada para wajib pajak serta terus melakukan sosialisasi pada masyarakat untuk memberikan pemahaman tidak membayar pajak,” tegasnya.

Disisi lain, Ade Yasin juga mengapresiasi peran PHRI sebagai wadah para pengusaha hotel dan restoran yang telah mempermudah komunikasi antara pemerintah daerah dengan para pengusaha hotel dan restoran.

“Saya titip kepada PHRI dan Bappenda terus mendorong pajak wajib pajak tepat waktu. Termasuk IPPAT sebagai wadah para Notaris / Pejabat Pembuat Akta Tanah perannya terhadap penerimaan pajak daerah yang cukup besar, khususnya BPHTB yang paling besar kontribusinya dari seluruh jenis pajak daerah. Sebab lebih dari 30% pajak daerah berasal dari BPHTB,” terang Ade.

Penurunan pendapatan asli daerah yang dikelola sendiri, Kabupaten Bogor juga mempunyai sumber pendapatan lain yang tidak cukup penting, yaitu dana perimbangan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi. Salah satunya dana bagi hasil pajak dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Alhamdulillah, tahun ini juga ada peningkatan yang cukup signifikan dari dana bagi hasil pajak provinsi ini. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor, semoga kedepan sinergi dengan Bappenda lebih optimal terutama yang validasi data objek pajak dan wajib pajak agar penerimaan dapat meningkat,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Ade juga menyampaikan dan terima kasih kepada Kelurahan dan Pemerintah Desa atas kontribusinya dalam kegiatan pemungutan pajak daerah. Terlebih, desa memiliki peta potensi data yang sangat penting bahi penghitungan potensi dan target pajak daerah, khususnya terhadap penerimaan PBB P2.

“Saya sangat mengharapkan para kepala desa dapat memutakhirkan data potensi pajak daerah Kabupaten dan provinsi agar hasil pajak untuk Kabupaten Bogor dapat lebih tinggi. Infestasi, sudah sepantasnya kami, Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan penghargaan yang panas-panas kepada mereka yang berkontribusi terhadap penerimaan pajak daerah,” pungkasnya. (bu/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here