Aktivis Tantang Aparat Ungkap Biang Besar Penyebab Bencana Alam, Bukan Gurandil?

0
517

Iksan Awaludin, Demisioner Presidium Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Nasional Perguruan Tinggi Muhammadyah (BEM PTM Zona 3 (DKI, JABAR & BANTEN)

BOGORUPDATE.COM – Dugaan adanya aktifitas penambangan liar menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana longsor di wilayah Sukajaya dan sekitarnya. Hal itu diungkapkan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor, Senin (13/1/20) lalu.

“Salah satu faktor penyebab bencana yang terjadi di wilayah Sukajaya dan sekitarnya itu karena adanya aktifitas penambangan liar,” ungkap Kapolres Bogor, AKBP Muhammad Joni, S.I.K, M. Si.

Pihaknya juga mengungkapkan, telah berhasil mengungkap kasus penambangan emas liar atau yang biasa disebut gurandil ini.

Sebanyak dua orang pelaku tindak pidana pertambangan illegal ditangkap oleh Sat Reskrim Polres Bogor. Kedua orang pelaku inisial MAR (24) dan ATA (33) warga asal Desa Banyu Resmi, Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, ditangkap sedang beroperasi di lubang gurandil (galian emas liar).

Menyikapi penangkapan dua orang gurandil di Cigudeg oleh Polres Bogor yang disebut sebagai penyebab kerusakan lingkungan menjadi salah satu penyebab banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor, mendapat kritikan keras dari Demisioner Presidium Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Nasional Perguruan Tinggi Muhammadyah (BEM PTM Zona 3 (DKI, JABAR & BANTEN), Iksan Awaludin.

Menurut Iksan, Akar permasalahannya bukan karena Gurandil.

“Gurandil bukan akar masalah yang besar terhadap penyebab kerusakan lingkungan di Kabupaten Bogor, khususnya diwilayah Bogor Barat. Penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Bogor harus berani mengungkap dan menangkap biang-biang besar yang mengeksploitasi lingkungan, alam dan pegunungan di Kabupaten Bogor,” ungkap Iksan yang juga menjabat Kabid Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM) Cabang Bogor ini, Rabu (15/1/20).

“Gurandil hanya orang-orang pekerja kecil yang mungkin hanya berbuat karena kebutuhan ekonomi sehari-hari. Dan saya mempertanyakan juga kepada bupati yang dimana pas pencalonan pernah menjanjikan koperasi gurandil. Kami menduga ada pihak yang lebih besar, yang secara struktur dan masif merusak lingkungan diwilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor untuk kepentingan-kepentingan kekayaan dan kekuasaan semata tanpa berfikir panjang (Visioner),” tambah Iksan.

Iksan menuturkan, seharusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyadari, banyak aktifitas-aktifitas besar di Bogor Barat, yang secara langsung berdampak merusak lingkungan dan alam.

“Jadi jangan dalih bahwasanya hanya gurandil saja, penyebab kerusakan lingkungan. Penegak hukum harus berani mengungkap tabir tragedi di balik persoalan ini dan tangkap akar persoalan yang merusakan lingkungan di Kabupaten Bogor,” pungkas Iksan. (Wd)

 

 

 

 

 

Editor : Endi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here