Ade Yasin Sampaikan Kondisi Terkini Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor

0
68

Cibinong, BogorUpdate.com
Bupati Bogor Selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin menyampaikan kondisi terkini penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor. Ade Yasin yang juga Bupati Bogor itu mengungkapkan, total kasus konfirmasi sampai dengan tanggal 24 Juni 2021 sebanyak 19.801 orang.

Ade Yasin menyebutkan, kenaikan kasus positif aktif setelah Idul Fitri sampai 23 Juni 2021 sebesar 75,8 %.

“Kasus lebih banyak didominasi usia muda 20-49 tahun (55%),” ungkap Ade Yasin, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/6/21).

Ade Yasin menjelaskan, untuk cakupan vaksinasi dosis 1 dan 2, 357.100 dosis (26,8% dari sasaran Tahap 1&2). Target vaksinasi sebanyak 1,2 juta orang.

Adapun tenaga kesehatan (Nakes) dari 4 RSUD dan seluruh Puskesmas yang terkonfirmasi positif berjumlah 90 orang. “Dan cluster perkantoran sebanyak 91 orang pada Bappedalitbang, Bappenda, DPMPTSP, DPKPP,” bebernya.

Bupati juga menyampaikan upaya Satgas dalam menyikapi kondisi terkini, yaitu dengan menghentikan sementara pelayanan pada dinas-dinas yang terkonfirmasi. Memperluas tracing dengan Antigen minimal 10 kontak per kasus konfirmasi.

“Mengoptimalkan Pusat Isolasi Mandiri dan membentuk Pusat Isolasi Tingkat Desa untuk pasien tidak bergejala (OTG). Menambah Tenaga Kesehatan dengan melakukan rekrutment relawan untuk Pusat Isolasi dan Rumah Sakit,” sebutnya.

“Kemudian menambah Ruang Perawatan Kamar di setiap RS Swasta minimal 30 % sesuai dengan Permenkes. Bupati akan bersurat kembali kepada Direktur RS Swasta di Kabupaten Bogor untuk menyiapkan Ruang Khusus Pasien Covid-19,” sambungnya.

Untuk percepatan vaksinasi Covid-19, yaitu melalui penjadwalan baku minimal 3 hari per Minggu di setiap Puskesmas dan pemberdayaan masyarakat untuk pembentukan Sentra Vaksinasi Inisiasi Masyarakat.

Lebih lanjut Ade Yasin menjelaskan, untuk pengetatan PPKM Mikro dengan kebijakan yang tertuang dalam KEPUTUSAN BUPATI BOGOR, Nomor 443/336/Kpts/Per-UU/2021, berlaku dari 22 Juni -05 Juli 2021, meliputi tempat kerja perkantoran 50% WFH dan 50% WFO.

“Belajar-mengajar, Workshop, Rapat, Seminar dilakukan secara daring/tatap muka secara terbatas,” jelasnya.

Untuk tempat ibadah maksimal 50%, begitu juga sektor esensial masyarakat beroperasi 100% dengan Protokol Kesehatan ketat.

Lalu, kata Ade Yasin, untuk wisata alam dan wisata permainan maksimal 25% beroperasi Jam 08.00 – 17.00. Fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya ditutup/dihentikan.

“Dine-in tempat makan maksimal 25% dibatasi sampai Jam 20.00,” ujarnya.

Kemudian untuk konstruksi beroperasi dengan Protokol Kesehatan ketat, operasional pusat perbelanjaan maksimal 25% Jam 10.00 – 20.00, dan moda transportasi dibatasi 50%.

“Untuk Hotel/Resort/Cottage maksimal 50% dengan Protokol Kesehatan ketat. Unruk semua aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Diakhir, Ade Yasin menghimbau agar masyarakat untuk mematuhi Prokes 5M. “Tetap Patuhi Protokol Kesehatan 5M, yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Membatasi Mobilitas dan Interaksi,” pungkas Ade Yasin. (bu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here